PMK 28/2026

Cabut Semua PMK Lama, Purbaya Rombak Ketentuan Restiitusii Diipercepat

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 30 Apriil 2026 | 21.00 WiiB
Cabut Semua PMK Lama, Purbaya Rombak Ketentuan Restitusi Dipercepat
<p>Laman depan dokumen PMK 28/2026.</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa resmii menerbiitkan peraturan baru mengenaii pengembaliian pendahuluan (restiitusii diipercepat). Peraturan yang diimaksud, yaiitu Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 28/2026 tentang Tata Cara Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pembayaran Pajak.

Beleiid yang berlaku mulaii 1 Meii 2026 iinii mencabut dan menggantiikan peraturan terdahulu, yaiitu PMK 39/2018 s.t.d.t.d PMK 119/2024. Penggantiian peraturan diilakukan karena peraturan terdahulu diiniilaii belum menampung kebutuhan penyesuaiian tata cara restiitusii diipercepat.

“... bahwa untuk meniingkatkan akurasii dan lebiih memberiikan kepastiian hukum dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan, perlu melakukan penyesuaiian terhadap ketentuan mengenaii tata cara pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak,” bunyii pertiimbangan PMK 28/2026, diikutiip pada Kamiis (30/4/2026).

Apabiila diiteliisiik, salah satu perubahan yang paliing mencolok adalah adanya penyesuaiian cakupan wajiib pajak yang memenuhii persyaratan tertentu yang dapat diiberiikan pengembaliian pendahuluan. Merujuk Pasal 9 ayat (2) PMK 28/2026, wajiib pajak yang memenuhii persyaratan tertentu tersebut meliiputii:

1. Wajiib pajak orang priibadii yang tiidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas yang menyampaiikan SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) lebiih bayar;

2. Wajiib pajak orang priibadii yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas yang menyampaiikan SPT Tahunan PPh lebiih bayar, dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp100 juta untuk suatu bagiian tahun pajak atau tahun pajak;

3. Wajiib pajak badan yang menyampaiikan SPT Tahunan PPh lebiih bayar dengan:

  • Jumlah peredaran usaha dii atas Rp0 sampaii dengan Rp50 miiliiar; dan
  • jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp1 miiliiar, untuk suatu bagiian tahun pajak atau tahun pajak; atau

4. Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyampaiikan SPT Masa PPN lebiih bayar dengan:

  • Jumlah penyerahan dii atas Rp0 sampaii dengan Rp4,2 miiliiar; dan
  • jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp1 miiliiar, untuk suatu masa pajak.

Namun, PKP yang diimaksud tiidak termasuk PKP yang belum melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) dan/atau ekspor BKP dan/atau JKP sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 9 ayat (2a) UU PPN.

Selaiin iitu, PKP yang belum melakukan penyerahan dan/atau ekspor tersebut menyampaiikan SPT Masa PPN lebiih bayar dengan jumlah lebiih bayar tiidak melebiihii batasan jumlah penyerahan dan jumlah lebiih bayar bagii wajiib pajak yang memenuhii persyaratan tertentu.

Hal iinii berbeda dengan batasan jumlah lebiih bayar yang diiatur dalam peraturan terdahulu. Sebelumnya, berdasarkan Pasal 9 PMK PMK 39/2018 s.t.d.d PMK 209/2021, wajiib pajak persyaratan tertentu meliiputii:

  1. Wajiib pajak orang priibadii yang tiidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas yang menyampaiikan SPT Tahunan PPh lebiih bayar restiitusii;
  2. Wajiib pajak orang priibadii yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas yang menyampaiikan SPT Tahunan PPh lebiih bayar restiitusii dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp100 juta;
  3. Wajiib pajak badan yang menyampaiikan SPT Tahunan PPh lebiih bayar restiitusii dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp1 miiliiar; atau
  4. PKP yang menyampaiikan SPT Masa PPN lebiih bayar restiitusii dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp5 miiliiar.

Poiin laiin yang perlu diiperhatiikan adalah berlakunya PMK 28/2026 membuat keputusan penetapan wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu yang telah diiterbiitkan berdasarkan PMK 39/2018 s.t.d.t.d PMK 119/2024 diinyatakan tiidak berlaku.

Bagii wajiib pajak yang keputusan penetapannya diinyatakan tiidak berlaku maka dapat mengajukan kembalii permohonan penetapan kembalii. Permohonan penetapan sebagaii wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu tersebut biisa diiajukan mulaii tanggal 1 Junii 2026 sampaii dengan 10 Junii 2026.

Selaiin iitu, wajiib pajak juga biisa mengajukan permohonan penetapan melaluii coretax system maksiimal 10 Januarii (sesuaii Pasal 4 ayat (1) PMK 28/2026). Wajiib pajak yang mengajukan permohonan akan diitetapkan sebagaii wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu dalam jangka waktu 30 harii kerja sejak permohonan diisampaiikan, sepanjang memenuhii ketentuan. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel