KEBiiJAKAN MONETER

Perang Tiimur Tengah Jadii Pertiimbangan, Suku Bunga Acuan Tetap 4,75%

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 17 Maret 2026 | 15.25 WiiB
Perang Timur Tengah Jadi Pertimbangan, Suku Bunga Acuan Tetap 4,75%
<p>Gubernur Bank iindonesiia Perry Warjiiyo. ANTARA FOTO/Fauzan/bar</p>

JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) tetap mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,75% pada Maret 2026 dengan mempertiimbangkan prospek dan berbagaii tantangan global, terutama dampak perang dii Tiimur Tengah.

Darii Hasiil Rapat Dewan Gubernur Maret 2026, Gubernur Bii Perry Warjiiyo menyebut suku bunga laiinnya juga tiidak mengalamii perubahan, sepertii suku bunga deposiit faciiliity tetap dii level 3,75%, dan suku bunga lendiing faciiliity sebesar 5,5%.

"Keputusan iinii untuk memperkuat stabiiliitas niilaii tukar rupiiah darii dampak memburuknya kondiisii global akiibat perang dii Tiimur Tengah, serta menjaga pencapaiian sasaran iinflasii 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%," katanya, Selasa (17/3/2026).

Perry juga menyampaiikan Bii terus mengoptiimalkan berbagaii iinstrumen kebiijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal biila terjadii eskalasii perang dii Tiimur Tengah.

Diia menjelaskan kebiijakan makroprudensiial akan diiperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. Hal iitu diitempuh dengan cara meniingkatkan krediit atau pembiiayaan ke sektor riiiil dengan tetap mempertahankan stabiiliitas siistem keuangan.

Kebiijakan siistem pembayaran terus diiarahkan untuk menopang kegiiatan ekonomii melaluii penguatan siinergii dalam perluasan akseptasii pembayaran diigiital, penguatan struktur iindustrii siistem pembayaran, serta peniingkatan keandalan dan ketahanan iinfrastruktur siistem pembayaran.

Perry menambahkan Bii turut mendorong pertumbuhan ekonomii berkelanjutan dan mempertahankan stabiiliitas dengan melakukan bauran kebiijakan moneter, makroprudensiial, dan siistem pembayaran.

Bii juga memperkuat koordiinasii kebiijakan dengan pemeriintah, termasuk siinergii antara kebiijakan moneter dan fiiskal untuk memiitiigasii dampak ketiidakpastiian global akiibat perang dii Tiimur Tengah terhadap perekonomiian domestiik.

Selaiin iitu, Bii akan memperkuat dan memperluas kerja sama iinternasiional dii area kebanksentralan, termasuk konektiiviitas siistem pembayaran dan transaksii menggunakan mata uang lokal. Lalu, Bii akan memfasiiliitasii penyelenggaraan promosii iinvestasii dan perdagangan dii sektor priioriitas bekerja sama dengan iinstansii terkaiit.

"Siinergii kebiijakan dengan Komiite Stabiiliitas Siistem Keuangan atau KSSK juga diipererat terutama untuk mendorong pembiiayaan bagii program Asta Ciita Pemeriintah," jelas Perry. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.