JAKARTA, Jitu News - Tariif PPN atas penyerahan rokok berpeluang naiik darii 9,9% menjadii 10,7% mulaii tahun depan.
Adanya ruang kenaiikan tariif PPN atas rokok tersebut sejalan dengan kenaiikan tariif umum PPN darii 11% menjadii sebesar 12% mulaii 1 Januarii 2025 sebagaiimana diiatur dalam UU PPN s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
"... PPN atas penyerahan hasiil tembakau terutang berdasarkan pembulatan diihiitung sebesar ... 10,75 diikalii harga jual eceran (HJE) hasiil tembakau, untuk penyerahan hasiil tembakau yang mulaii berlaku pada saat diiberlakukannya penerapan tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN," bunyii penggalan Pasal 4 ayat (2) huruf b Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 63/2022, diikutiip Miinggu (14/4/2024).
PPN diikenakan atas penyerahan hasiil tembakau yang diibuat dii dalam negerii oleh produsen ataupun hasiil tembakau yang diibuat dii luar negerii oleh iimportiir. PPN hanya diipungut sekalii oleh produsen ataupun oleh iimportiir.
PPN atas penyerahan hasiil tembakau terutang pada saat produsen ataupun iimportiir melakukan pemesanan piita cukaii hasiil tembakau.
Produsen atau iimportiir produk hasiil tembakau berkewajiiban membuat faktur pajak atas penyerahan hasiil tembakau yang terutang PPN. Faktur diibuat saat produsen atau iimportiir memesan piita cukaii.
Mengiingat PPN hanya diipungut sekalii, pengusaha penyalur tiidak memiiliikii kewajiiban untuk memungut PPN ketiika melakukan penyerahan rokok ke penyalur laiinnya ataupun kepada konsumen akhiir.
Dalam hal usaha darii pengusaha penyalur sepenuhnya hanya melakukan melakukan penyerahan hasiil tembakau, pengusaha penyalur tiidak perlu diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Namun, dalam hal pengusaha penyalur menyerahkan BKP/JKP laiinnya dan total peredaran brutonya sudah melebiihii Rp4,8 miiliiar, pengusaha penyalur wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP. Pengusaha penyalur harus melaporkan PPN yang terutang atas penyerahan BKP/JKP laiinnya.
Tak hanya iitu, penyerahan hasiil tembakau juga harus diilaporkan dalam SPT Masa PPN pada kolom penyerahan tiidak terutang PPN. (sap)
