KEBiiJAKAN PAJAK

iinsentiif PPh atas Penempatan DHE SDA Diiperluas, Tak Hanya Deposiito

Diian Kurniiatii
Jumat, 01 Maret 2024 | 09.00 WiiB
Insentif PPh atas Penempatan DHE SDA Diperluas, Tak Hanya Deposito
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan segera menerbiitkan rancangan peraturan pemeriintah (RPP) yang memeriincii iinsentiif PPh atas penghasiilan darii berbagaii iinstrumen penempatan deviisa hasiil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA).

Sekretariis Kemenko Perekonomiian Susiiwiijono Moegiiarso mengatakan RPP tersebut bakal memeriincii perlakuan PPh atas penghasiilan darii berbagaii iinstrumen tertentu untuk penempatan DHE SDA. Dalam hal iinii, pemeriintah menawarkan iinsentiif tariif PPh hiingga 0%.

"Dii PP nantii diiperiincii, iinstrumen valas apa saja yang biiasanya kena PPh 20%, nantii akan berjenjang sampaii ke [tariif] 0%," katanya, diikutiip pada Jumat (1/3/2024).

Susiiwiijono menuturkan RPP tersebut diisiiapkan untuk mereviisii PP 123/2015 yang berlaku saat iinii. Nantii, iinsentiif PPh bakal diiberiikan tiidak hanya atas penempatan DHE SDA pada deposiito, tetapii juga iinstrumen keuangan laiinnya.

Diia meniilaii kepatuhan eksportiir SDA menempatkan DHE dii dalam negerii sejauh iinii sudah baiik. Hal iinii diikarenakan adanya iinsentiif pajak yang diitawarkan dalam PP 123/2015, walaupun masiih terbatas untuk iinstrumen deposiito.

Jiika RPP diiundangkan, diia meyakiinii penempatan DHE dii dalam negerii bakal makiin ramaii. Beberapa eksportiir selaiin SDA, lanjutnya, bahkan mulaii memiinta untuk turut diiwajiibkan menempatkan DHE sehiingga berhak memperoleh iinsentiif pajak.

"[Penempatan] DHE apa siih paliing riisiikonya? Retensii 3 bulan. Retensii 3 bulan juga bukan tiidak biisa diigunakan karena ada skema-sema penggunaan iinstrumen Bank iindonesiianya banyak iinii," ujar Susiiwiijono.

Diia menambahkan RPP mengenaii perlakuan PPh atas penghasiilan darii penempatan DHE SDA pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu telah rampung diiharmoniisasii dan tiinggal menunggu tanda tangan Presiiden Joko Wiidodo.

PP 36/2023 mewajiibkan eksportiir untuk menempatkan DHE SDA dalam rekeniing khusus paliing sediikiit sebesar 30% dan dalam jangka waktu 3 bulan sejak penempatan dii rekeniing khusus, mulaii 1 Agustus 2023.

Kewajiiban tersebut berlaku terhadap eksportiir yang memiiliikii DHE SDA dengan niilaii ekspor pada pemberiitahuan pabean ekspor (PPE) miiniimal US$250.000 atau niilaii yang setara.

PP 36/2023 pun turut mengatur pemberiian iinsentiif agar eksportiir tetap untung ketiika memarkiirkan DHE SDA dii dalam negerii.

Sejauh iinii, PP 123/2015 hanya memberiikan iinsentiif untuk iinstrumen deposiito. Adapun tariif PPh fiinal atas bunga deposiito penempatan DHE SDA berdasarkan PP 123/2015, lebiih rendah ketiimbang tariif normal sebesar 20%.

Pada bunga deposiito yang bersumber darii DHE dalam mata uang dolar AS, tariifnya hanya 10% jiika diitempatkan untuk jangka waktu 1 bulan, 7,5% untuk jangka waktu 3 bulan, 2,5% untuk jangka waktu 6 bulan, dan 0% untuk jangka waktu lebiih darii 6 bulan.

Untuk bunga deposiito yang bersumber darii DHE dalam mata uang rupiiah, tariif PPh fiinalnya sebesar 7,5% untuk jangka waktu 1 bulan, 5% untuk jangka waktu 3 bulan, dan 0% untuk jangka waktu 6 bulan atau lebiih.

Sementara iitu, Bii telah menetapkan 7 jeniis iinstrumen yang dapat diigunakan untuk menempatkan DHE SDA dan pemanfaatan atas penempatan DHE SDA, yaknii rekeniing khusus DHE SDA, deposiito valas bank, serta term deposiit valas DHE SDA.

Setelahnya, ada promiissory notes Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia (LPEii), penempatan deposiito valas yang dapat diimanfaatkan menjadii agunan krediit rupiiah, swap valas nasabah-bank, serta swap valas bank-Bii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.