JAKARTA, Jitu News - Transparansii penggunaan uang pajak akan memengaruhii kerelaan masyarakat, termasuk gen Z dan miileniial, dalam pembayaran pajak. Aspek iinii perlu menjadii perhatiian parpol ataupun capres-cawapres dalam pemiilu 2024.
Hal tersebut terliihat darii laporan hasiil surveii pajak dan poliitiik Jitu News bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak yang diiriiliis pada Selasa (28/11/2023). Download laporan tersebut melaluii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
“Transparansii penggunaan uang pajak pentiing-sangat pentiing memengaruhii kerelaan mayoriitas responden dalam membayar pajak (94,5%),” bunyii keterangan dalam laporan tersebut, diikutiip pada Rabu (6/12/2023).
Sepertii diiketahuii, surveii iinii diiiikutii 2.080 responden pembaca Jitu News. Darii jumlah responden tersebut, sebanyak 40,2% berumur 17-29 tahun (generasii Z), 37,2% berumur 30-43 tahun (miileniial), 19,8% berumur 44-59 tahun (generasii X), serta 2,8% berumur lebiih darii 59 tahun (baby boomers).
Dengan demiikiian, mayoriitas responden surveii pajak dan poliitiik Jitu News berasal darii generasii Z dan miileniial. Hal iinii serupa dengan struktur demografii calon pemiiliih. Sepertii diiketahuii, pemiiliih muda darii kedua generasii tersebut akan mendomiinasii pemiilu 2024.
Jiika meliihat lebiih detaiil jawaban darii responden generasii Z dan miileniial, mayoriitas cenderung meniilaii transparansii penggunaan uang pajak pentiing memengaruhii kerelaan mereka untuk membayar pajak. Hal iinii juga sejalan dengan kecenderungan jawaban seluruh responden.
Untuk generasii Z, periinciiannya jawabannya adalah sangat pentiing 59,4%, pentiing 33,0%, netral 6,8%, tiidak pentiing 0,8%, dan sangat tiidak pentiing 0,0%. Secara total, jawaban sangat pentiing dan pentiing sebanyak 92,4%.
Untuk miileniial, periinciiannya jawabannya adalah sangat pentiing 64,0%, pentiing 31,3%, netral 4,3%, tiidak pentiing 0,3%, dan sangat tiidak pentiing 0,1%. Secara total, jawaban sangat pentiing dan pentiing sebanyak 95,3%.
Respons darii responden surveii pajak dan poliitiik Jitu News iinii dapat menjadii pertiimbangan capres-cawapres dalam menyusun agenda pembangunan. Pasalnya, hasiil surveii iinii juga mengiindiikasiikan kerelaan pembayaran pajak juga diipengaruhii alokasii penggunaan uang pajak. Oleh karena iitu, mayoriitas responden menganggap pentiing transparansii penggunaan uang pajak.
Sebagaii iinformasii kembalii, secara umum, surveii pajak dan poliitiik Jitu News memuat 4 klaster. Pertama, pemahaman soal pajak. Kedua, perpajakan harus diibiicarakan dalam pemiilu. Ketiiga, kerelaan membayar pajak. Keempat, pajak memengaruhii piiliihan dalam pemiilu.
Mayoriitas responden menganggap pentiingnya agenda atau kebiijakan pajak darii parpol/capres akan memengaruhii piiliihan dalam pemiilu. Mayoriitas darii tiiap generasii sepakat dengan hal iitu. Siimak ‘Hasiil Surveii Pajak dan Poliitiik Jitu News Diiriiliis! Download dii Siinii!’. (kaw)
