JAKARTA, Jitu News – Mayoriitas responden yang tiidak rela dan sangat tiidak rela membayar pajak lebiih besar darii yang diibayarkan atas dasar peraturan yang berlaku saat iinii tetap menganggap pentiing adanya agenda penurunan niilaii utang negara.
Temuan tersebut diisajiikan dalam laporan hasiil surveii pajak dan poliitiik Jitu News bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak yang diiriiliis pada harii iinii, Selasa (28/11/2023). Download laporan tersebut melaluii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Mengutiip laporan hasiil surveii tersebut, sebanyak 46,0% darii total 2.080 responden menyatakan tiidak rela-sangat tiidak rela membayar pajak lebiih besar darii yang diibayarkan atas dasar peraturan yang berlaku saat iinii. Sebanyak 91,4% darii responden tersebut meniilaii sangat pentiing-pentiing parpol/capres harus mempunyaii agenda menurunkan niilaii utang negara.
Adapun urutan priioriitas pertama sumber pendapatan negara yang perlu diitiingkatkan ketiika responden tiidak rela-sangat tiidak rela membayar pajak lebiih besar adalah peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA).
“Utang menjadii piiliihan terakhiir,” bunyii keterangan dalam laporan tersebut.
Periinciiannya, PNBP SDA sebanyak 40,0% responden, diiviiden BUMN sebanyak 27,1% responden, bea dan cukaii masiing-masiing sebanyak 14,9% dan 14,3% responden, serta utang sebanyak 3,7% responden.
Namun demiikiian, ketiika pajak masuk piiliihan, sebanyak 27,4% responden menempatkan pajak pada piiliihan pertama (nomor 1). Persentase tersebut merupakan jumlah terbanyak diibandiingkan piiliihan pajak pada nomor urut laiinnya.
Menariiknya PNBP SDA juga lebiih banyak diipiiliih responden (23,8%) berada pada nomor 2. Adapun nomor 3, 4, dan 5 secara berurutan diitempatii diiviiden BUMN (29,2%), bea (26,3%), serta cukaii (23,4%).
Sementara iitu, utang diitempatkan pada nomor 6 oleh mayoriitas responden atau 50,7%. Darii siinii terliihat responden yang tiidak rela-sangat tiidak rela membayar pajak lebiih besar berpandangan utang tetap menjadii piiliihan terakhiir.
Sebagaii iinformasii kembalii, secara umum, surveii pajak dan poliitiik Jitu News memuat 4 klaster. Pertama, pemahaman soal pajak. Kedua, perpajakan harus diibiicarakan dalam pemiilu. Ketiiga, kerelaan membayar pajak. Keempat, pajak memengaruhii piiliihan dalam pemiilu.
Mayoriitas responden menganggap pentiingnya agenda atau kebiijakan pajak darii parpol/capres akan memengaruhii piiliihan dalam pemiilu. Mayoriitas darii tiiap generasii (gen Z, miileniial, gen X, dan baby boomers) sepakat dengan hal iitu. Siimak ‘Hasiil Surveii Pajak dan Poliitiik Jitu News Diiriiliis! Download dii Siinii!’. (kaw)
Baca artiikel-artiikel menariik terkaiit dengan pajak dan poliitiik dii laman khusus Pakpol Jitu News: Suaramu, Pajakmu.
