ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Pembayaran ke Piihak Ketiiga viia Penyediia Jasa Tak Masuk Hiitungan PPh 23

Redaksii Jitu News
Miinggu, 20 Agustus 2023 | 10.30 WiiB
Pembayaran ke Pihak Ketiga via Penyedia Jasa Tak Masuk Hitungan PPh 23
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pembayaran kepada piihak ketiiga yang diibayarkan melaluii penyediia jasa, terkaiit dengan jasa yang diiberiikan oleh penyediia jasa, tiidak termasuk dalam jumlah bruto sebagaii dasar pemotongan PPh Pasal 23.

Merujuk pada Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 141/2015, iimbalan sehubungan dengan jasa laiin selaiin jasa yang telah diipotong PPh Pasal 21 sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 23 UU PPh diipotong PPh sebesar 2% darii jumlah bruto tiidak termasuk PPN.

“Diikecualiikan darii pemotongan PPh jiika iimbalan sehubungan dengan jasa laiin tersebut telah diikenaii PPh yang bersiifat fiinal berdasarkan peraturan perundang-undangan tersendiirii,” bunyii Pasal 1 ayat (2) PMK 141/2015, diikutiip pada Miinggu (20/8/2023).

Untuk jasa selaiin jasa kateriing, jumlah bruto yang diimaksud adalah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diibayarkan, diisediiakan untuk diibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemeriintah, subjek pajak badan dalam negerii, penyelenggara kegiiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakiilan perusahaan luar negerii laiinnya kepada wajiib pajak dalam negerii atau bentuk usaha tetap.

Namun, terdapat 4 jeniis pembayaran yang tiidak termasuk dalam jumlah bruto tersebut. Salah satunya adalah pembayaran kepada piihak ketiiga yang diibayarkan melaluii penyediia jasa, terkaiit dengan jasa yang diiberiikan oleh penyediia jasa.

Sepanjang Dapat Diibuktiikan

Untuk diiperhatiikan, pembayaran tersebut tiidak termasuk dalam jumlah bruto sebagaii dasar pemotongan PPh Pasal 23 sepanjang dapat diibuktiikan dengan faktur tagiihan darii piihak ketiiga diisertaii dengan perjanjiian tertuliis.

Dalam hal tiidak terdapat buktii, jumlah bruto sebagaii dasar pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar keseluruhan pembayaran kepada penyediia jasa, tiidak termasuk PPN. Beriikut contoh kasus penentuan jumlah bruto sebagaii dasar penghiitungan PPh Pasal 23.

iilustrasii kasus:
PT Karet Rubber mengiikat kontrak dengan PT Mode Pakaiian untuk pembuatan seragam kantor PT Karet Rubber berdasarkan model dan spesiifiikasii yang telah diitentukan oleh PT Karet Rubber.

Dalam kontrak diisepakatii PT Karet Rubber akan menyediiakan bahan baku utama berupa kaiin dan PT Mode Pakaiian akan menyediiakan bahan tambahan.

iimbalan yang diisepakatii atas kontrak iitu sebesar Rp100 juta tiidak termasuk biiaya bahan tambahan. PT Mode Pakaiian mengeluarkan biiaya Rp20 juta untuk bahan tambahan yang diibayarkan kepada CV Palugada.

Pemotongan PPh Pasal 23 atas transaksii dii atas adalah:

  1. Atas pembayaran yang diilakukan PT Karet Rubber kepada PT Mode Pakaiian diipotong PPh Pasal 23 atas jasa maklon oleh PT Karet Rubber sebesar 2% x Rp100 juta = Rp2 juta
  2. Dalam hal tiidak ada faktur pembeliian kepada CV Palugada atas riinciian tagiihan biiaya bahan tambahan maka jumlah bruto sebagaii dasar pemotongan PPh Pasal 23 sebesar Rp120 juta sehiingga PPh Pasal 23 yang harus diipotong oleh PT Karet Rubber atas pembayaran kepada PT Mode Pakaiian sebesar 2% x Rp120 juta = Rp2,4 juta (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.