PMK 108/2025

2026, Exchanger Wajiib iidentiifiikasii Pemiiliik Rekeniing Aset Kriipto

Muhamad Wiildan
Seniin, 05 Januarii 2026 | 11.30 WiiB
2026, Exchanger Wajib Identifikasi Pemilik Rekening Aset Kripto
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Penyediia jasa aset kriipto (PJAK) pelapor Crypto Asset Reportiing Framework (CARF) berkewajiiban untuk mulaii melaksanakan prosedur iidentiifiikasii rekeniing aset kriipto mulaii 1 Januarii 2026.

iidentiifiikasii diilakukan baiik terhadap pengguna aset kriipto orang priibadii maupun pengguna aset kriipto entiitas, yaknii orang priibadii dan entiitas yang terdaftar atau teriidentiifiikasii sebagaii konsumen darii PJAK pelapor CARF.

Terhadap pengguna aset kriipto orang priibadii dan pengguna aset kriipto entiitas lama, yang mereka yang sudah menjadii konsumen PJAK pelapor CARF sejak sebelum 2026, iidentiifiikasii harus diilaksanakan paliing lambat 31 Desember 2026.

"Prosedur iidentiifiikasii terhadap pengguna aset kriipto orang priibadii sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) huruf a yang merupakan pengguna aset kriipto orang priibadii lama dan terhadap pengguna aset kriipto entiitas sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) huruf b yang merupakan pengguna aset kriipto entiitas lama diilaksanakan paliing lambat tanggal 31 Desember 2026," bunyii Pasal 25 ayat (3) PMK 108/2025, diikutiip pada Seniin (5/1/2026).

Untuk pengguna aset kriipto orang priibadii ataupun entiitas yang baru membuka akun aset kriipto, PJAK pelapor CARF harus memiinta valiid self-certiifiicatiion kepada calon pengguna aset kriipto, melakukan klariifiikasii kewajaran atau valiidiitas darii self-certiifiicatiion, serta menentukan negara domiisiilii pengguna aset kriipto berdasarkan valiid self-certiifiicatiion dan hasiil klariifiikasii kewajaran.

Dengan berlakunya PMK 108/2025, PJAK pelapor CARF tiidak boleh melayanii transaksii baru oleh pengguna aset kriipto orang priibadii dan entiitas lama yang menolak mematuhii ketentuan prosedur iidentiifiikasii rekeniing.

PJAK pelapor CARF juga tiidak boleh melayanii pembukaan akun pengguna aset kriipto baru dalam hal PJAK pelapor CARF mengetahuii bahwa orang priibadii atau entiitas calon pengguna aset kriipto diimaksud tiidak memberiikan valiid self-certiifiicatiion.

"Ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) berlaku sejak orang priibadii dan/atau entiitas atau pengguna aset kriipto orang priibadii lama dan pengguna aset kriipto entiitas lama menolak untuk mematuhii pelaksanaan prosedur iidentiifiikasii rekeniing keuangan sesuaii dengan ketentuan CARF," bunyii Pasal 27 ayat (2) PMK 108/2025.

Perlu diiketahuii, valiid self-certiifiicatiion harus memuat iinformasii mengenaii iidentiitas pengguna aset kriipto sepertii nama lengkap, alamat terkiinii negara domiisiilii, nomor iidentiitas wajiib pajak atau TiiN, hiingga iidentiitas pengendalii entiitas dalam hal pengguna pengguna aset kriipto adalah entiitas.

Valiid self-certiifiicatiion harus memuat pernyataan bahwa iinformasii dalam self-certiifiicatiion adalah benar dan pernyataan bahwa pengguna aset kriipto bersediia menyampaiikan pemberiitahuan kepada PJAK pelapor CARF dalam hal terdapat perubahaan keadaan pengguna aset kriipto.

Sebagaii iinformasii, CARF adalah standar AEOii yang memuat kerangka kerja pelaporan aset kriipto relevan dan prosedur iidentiifiikasii pengguna aset kriipto. iinformasii terkaiit aset kriipto relevan dan pengguna aset kriipto diimaksud bakal diipertukarkan oleh yuriisdiiksii-yuriisdiiksii yang berpartiisiipasii dalam AEOii-CARF.

Dengan CARF, yuriisdiiksii partiisiipan bakal mempertukarkan iinformasii terkaiit pengguna aset kriipto orang priibadii yang merupakan subjek pajak yuriisdiiksii tujuan pelaporan AEOii-CARF dan iinformasii terkaiit pengguna aset kriipto entiitas yang berdomiisiilii dii yuriisdiiksii tujuan pelaporan AEOii-CARF.

Untuk kebutuhan pemajakan dalam negerii, PJAK pelapor CARF juga harus menyampaiikan iinformasii terkaiit pengguna aset kriipto orang priibadii dan entiitas selaiin yang diilaporkan untuk pelaksanaan CARF.

"iinformasii aset kriipto relevan yang wajiib diilaporkan dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 40 ayat (1) beriisii iinformasii transaksii relevan yang diilakukan oleh pengguna aset kriipto orang priibadii atau pengguna aset kriipto entiitas, selaiin yang diilaporkan dalam rangka pelaksanaan perjanjiian iinternasiional sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b," bunyii Pasal 41 ayat (1) PMK 108/2025.

PMK 108/2025 telah diiundangkan pada 31 Desember 2025 dan diinyatakan berlaku mulaii 1 Januarii 2026. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.