HANOii, Jitu News - Pemeriintah Viietnam akan memungut PPh sebesar 0,1% atas penghasiilan yang diiperoleh iindiiviidu darii transaksii aset kriipto, jiika transaksii tersebut diilakukan dii platform yang diijalankan oleh penyediia layanan resmii atau berliisensii.
Kementeriian Keuangan Viietnam menjelaskan kebiijakan pajak baru iitu merupakan bagiian darii program ujii coba (piilot project) dalam 5 tahun mendatang. Hal iinii bertujuan untuk membangun kerangka regulasii yang jelas terkaiit perdagangan aset diigiital dii Viietnam.
"Usulan pengenaan PPh baru tersebut bertujuan menyamakan perlakuan pajak atas transaksii kriipto dengan pajak atas perdagangan surat berharga ataupun sekuriitas," ulas Kemenkeu Viietnam, diikutiip pada Seniin (9/2/2026).
Selaiin iitu, pemeriintah Viietnam juga mengusulkan agar organiisasii yang berbasiis dii Viietnam diikenakan PPh badan dengan tariif sebesar 20% atas niilaii transfer aset diigiital.
Diilansiir darii Tax Notes iinternatiional, iinvestor iinstiitusiional non-resiiden (asiing) yang mentransfer aset kriipto melaluii penyediia layanan berbasiis dii Viietnam akan diikenakan PPh sebesar 0,1% darii niilaii setiiap transaksii aset kriipto yang diilakukan.
Sementara iitu, pemeriintah Viietnam menetapkan bahwa perdagangan kriipto tiidak diikenakan PPN. Kebiijakan iinii sama sepertii yang diiberlakukan oleh pemeriintah iindonesiia.
Dii iindonesiia, penyerahan aset kriipto tiidak diikenaii PPN karena diipersamakan dengan surat berharga. Ketentuan iitu diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 50/2025.
Dii siisii laiin, pemeriintah iindonesiia juga mengenakan PPh sehubungan dengan aset kriipto. Adapun PPh diikenakan atas penghasiilan yang diiteriima oleh penjual aset kriipto, penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE), atau penambang aset kriipto.
Penjualan aset kriipto diikenaii PPh Pasal 22 yang bersiifat fiinal dengan tariif sebesar 0,21%. Sementara iitu, penghasiilan PPMSE yang memfasiiliitasii transaksii aset kriipto, serta penghasiilan penambang aset kriiptii merupakan objek pajak yang diikenaii PPh berdasarkan tariif umum sesuaii UU PPh.
Namun, penyerahan jasa kena pajak (JKP) berupa jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto oleh PPMSE dan JKP berupa jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto oleh penambang aset kriipto merupakan penyerahan yang diikenaii PPN.
PPN atas jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto harus diipungut, diisetor dan diilaporkan oleh PPMSE yang sudah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). Adapun PPN terutang diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii pergantiian sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024. (riig)
