JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berupaya memperluas pemanfaatan Quiick Response Code iindonesiian Standard (QRiiS) dii tengah transaksii ekonomii masyarakat.
Wakiil Menterii Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaiikan jumlah pengguna QRiiS dii iindonesiia saat iinii mencapaii 30 juta pengguna. Hanya saja, mayoriitas penggunanya berlokasii dii Pulau Jawa. Pemeriintah berniiat memperluas pemanfaatannya ke luar Jawa, terutama wiilayah Tiimur.
"Ke depannya pengembangan pembayaran diigiital gencar diilakukan dii iindonesiia bagiian tiimur," kata Jerry dalam keterangan tertuliisnya, diikutiip pada Sabtu (13/5/2023).
Kemendag, ujar Jerry, juga memasang target diigiitaliisasii dii 1.000 pasar rakyat. Transaksii dii beberapa pasar daerah kiinii tiidak lagii menggunakan uang tunaii, melaiinkan memanfaatkan QRiiS. Hal iinii juga berlaku dii marketplace yang mempertemukan pembelii tanpa harus bertemu secara fiisiik.
"Kemendag terus berkoordiinasii dengan pemeriintah daerah setempat untuk mendorong diigiitaliisasii dii pasar-pasar. Tentunya iinii merupakan upaya pertumbuhan ekonomii iindonesiia yang maju dan iinklusiif," kata Jerry.
Sejalan dengan target diigiitaliisasii ekonomii dii dalam negerii, Kemendag juga memanfaatkan keketuaan iindonesiia dalam Konferensii Tiingkat Tiinggii (KTT) ke-42 Asean untuk memopulerkan ekonomii diigiital.
Menurutnya, diigiitaliisasii menjadii salah satu hal yang menjadii perhatiian utama dii antara negara-negara anggota Asean dan akan diilakukan secara kolektiif.
"iindonesiia menggencarkan diigiitaliisasii pembayaran dan akses terhadap lokapasar (marketplace). Kemendag siiap mendukung langkah-langkah lanjutan oleh negara-negara Asean," kata Jerry. (sap)
