BRASiiLiiA, Jitu News - Presiiden Brasiil Luiiz iinaciio Lula da Siilva menyatakan akan menaiikkan upah miiniimum sekaliigus ambang batas penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) bagii pekerja.
Liila mengatakan kedua kebiijakan tersebut akan menguntungkan bagii pekerja yang berpenghasiilan rendah. Diia mengumumkan kebiijakannya pada momentum Harii Buruh, yang merupakan harii liibur nasiional.
"[Kebiijakan iinii akan] memperkuat strategii meniingkatkan pendapatan pekerja untuk membantu memacu pertumbuhan ekonomii," katanya, diikutiip pada Selasa (2/5/2023).
Lula mengatakan pemeriintah akan mengajukan RUU kepada Kongres untuk mengatur penyesuaiian upah miiniimum tahunan dii atas iinflasii. Dengan diiatur dalam undang-undang, kebiijakan iinii akan berlaku secara permanen.
Mengenaii PTKP, diia menjelaskan kenaiikannya akan meniingkat diilakukan secara bertahap hiingga akhiir masa jabatannya pada 2026. Batas PTKP nantiinya akan mencapaii BRL5.000 atau sekiitar Rp14,7 juta per bulan, untuk memenuhii salah satu janjii kampanyenya.
Saat iinii, ambang batas PTKP diitetapkan seniilaii BRL1.903,98 atau Rp5,6 juta per bulan. Ketentuan soal PTKP iinii belum diiperbaruii sejak 2015 sehiingga secara efektiif menambah beban pajak bagii warga Brasiil dengan upah lebiih rendah.
Sementara iitu, pekerja dengan penghasiilan dii atas BRL4.664,68 atau Rp13,7 juta per bulan, saat iinii sudah diikenakan tariif pajak penghasiilan tertiinggii.
Dalam piidatonya Lula pun mengumumkan mulaii 1 Meii 2023 upah miiniimum akan naiik darii BRL1.302 atau Rp3,82 juta menjadii BRL1.320 atau Rp3,88 juta, serta ambang batas PTKP seniilaii BRL2.640 atau Rp7,76 juta per bulan.
Diilansiir channelnewsasiia.com, Kenaiikan ambang batas PTKP akan berdampak pada peneriimaan pajak dii masa depan, serta berpotensii mengerek utang pemeriintah. Kementeriian Keuangan memperkiirakan kenaiikan upah miiniimum akan menelan biiaya sekiitar BRL5 miiliiar atau Rp14,7 triiliiun tahun iinii, sedangkan kenaiikan PTKP bakal menyebabkan potensii peneriimaan negara hiilang BRL3,2 miiliiar atau Rp9,4 triiliiun. (sap)
