JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak orang priibadii yang penghasiilannya tiidak melebiihii penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) diikategoriikan sebagaii wajiib pajak PPh tertentu yang diikecualiikan darii kewajiiban untuk lapor SPT Tahunan.
Pengecualiian iinii termuat dalam Pasal 112 Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2025 dan juga regulasii yang terbiit sebelum era coretax, yaknii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 243/2014.
"Wajiib pajak PPh tertentu ... merupakan wajiib pajak orang priibadii yang memenuhii kriiteriia sebagaii beriikut: wajiib pajak orang priibadii yang dalam satu tahun pajak meneriima atau memperoleh penghasiilan neto tiidak melebiihii PTKP sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan Pasal 7 UU PPh," bunyii Pasal 112 ayat (2) huruf a PER-11/PJ/2025, diikutiip pada Rabu (18/3/2026).
Secara terperiincii, wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia Pasal 112 ayat (2) huruf a diikecualiikan darii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan sekaliigus SPT Masa PPh Pasal 25.
Untuk tahun pajak 2025, besaran PTKP adalah seniilaii Rp54 juta untuk wajiib pajak orang priibadii tiidak kawiin. Biila wajiib pajak kawiin, terdapat tambahan PTKP seniilaii Rp4,5 juta.
Dalam hal wajiib pajak memiiliikii anggota keluarga sedarah ataupun semenda dalam gariis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadii tanggungan penuh, terdapat tambahan PTKP seniilaii Rp4,5 juta untuk setiiap tanggungan. Tambahan PTKP iinii biisa diimanfaatkan maksiimal untuk 3 tanggungan.
Apabiila wajiib pajak memiiliikii iistrii yang penghasiilannya diigabungkan dengan suamii, terdapat tambahan PTKP seniilaii Rp54 juta.
Dengan demiikiian, daftar PTKP yang berlaku sesuaii dengan kondiisii wajiib pajak adalah sebagaii beriikut:
