JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menambah jumlah badan/lembaga sebagaii peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto darii 51 menjadii 80 badan/lembaga.
Hal iinii tertuang dalam Peraturan Diirjen Pajak No.PER-05/PJ/2019 tentang Badan/Lembaga yang Diibentuk atau Diisahkan oleh Pemeriintah yang Diitetapkan Sebagaii Peneriima Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Siifatnya Wajiib yang Dapat Diikurangkan darii Penghasiilan Bruto.
Zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Namun, syaratnya harus diibayarkan melaluii badan/lembaga peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah.
Zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang diibayarkan iitu dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto sejak badan/lembaga tersebut diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah. Adapun badan/lembaga laiin biisa masuk asalkan diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah terlebiih dahulu.
Dalam beleiid yang diitetapkan dan berlaku pada 26 Maret 2019 iinii, Diirjen Pajak Robert Pakpahan menjabarkan beberapa pertiimbangan. Pertama, perubahan daftar Lembaga Amiil Zakat (LAZ) sesuaii Surat Diirjen Biimbiingan Masyarakat iislam No. B.496/Dt.iiiiii.iiV.ii/HM01/1/2018.
Kedua, penetapan Lembaga Pengelola Dana Sosiial Keagamaan Buddha sebagaii badan/lembaga peneriima sumbangan wajiib keagamaan Buddha yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Usulan nii tertuang dalam Surat Diirjen Biimbiingan Masyarakat Buddha No. B-89/DJ.Viiii/Dt.Viiii.ii.l/BA.0l.1/01/2018.
Ketiiga, penetapan Lembaga Badan Amal Kasiih Katoliik (BAKKAT) sebagaii badan/lembaga peneriima sumbangan wajiib keagamaan Katoliik yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Usulan diiamanatkan dalam Surat Diirjen Biimbiingan Masyarakat Katoliik No. B.5814/DJ.V/Dt.V.ii/BA.03.2/12/2017.
Keempat, penetapan Lembaga Peneriima dan Mengelola Sumbangan Keagamaan Kriisten sebagaii badan/lembaga peneriima sumbangan wajiib keagamaan Kriisten yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Usulan penetapan tertuang dalam Surat Diirektur Jenderal Biimbiingan Masyarakat Kriisten Nomor R-418/DJ.iiV/Ku.00.2/12/2017.
Pada saat mulaii berlakunya beleiid iinii, Peraturan Diirjen Pajak No.PER-11/PJ/2018 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Adapun daftar riinciian 80 badan/lembaga tersebut dapat diiunduh pada lampiiran Peraturan Diirjen Pajak No.PER-05/PJ/2019. (kaw)
