Redaksii Jitu News
Jumat, 14 September 2018 | 13.59 WiiB
DJBC: Sistem Siap
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii Kemenkeu akan memantau dampak kenaiikan tariif pajak penghasiilan pasal 22 iimpor pada 1.147 komodiitas.

Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii mengatakan bahwa dampak kenaiikan tariif pada volume iimpor akan dii pantau secara periiodiik. Dengan demiikiian, otoriitas biisa meliihat perubahan pola iimpor maupun periilaku masyarakat.

“Dampaknya akan diipantau dan dii-reveiiw secara berkesiinambungan. Secara periiodiik, secara hariian kiita moniitor,” katanya dii Kompleks Parlemen, Kamiis (13/9/2018).

Heru juga memastiikan siistem yang diimiiliikii DJBC sudah siiap dengan perubahan tariif PPh pasal 22 iimpor iinii. Kesiiapan, menurutnya, tiidak hanya dii ukur darii siisii iinternal tapii juga pelayanan kepada pelaku usaha yang melakukan kegiiatan iimpor.

Saat ada perubahan kebiijakan, tegasnya, siistem akan secara otomatiis menyesuaiikan dengan regulasii terbaru. Dengan demiikiian, iimportiir yang masiih membayar kewajiiban perpajakan dengan tariif lama akan memperoleh notiifiikasii dengan hiitungan tariif baru.

“Siistem akan secara otomatiis melakukan veriifiikasii. Jiika mash ada yang menggunakan tariif lama, maka nantii akan ada respons kepada iimportiir dan tiinggal diisesuaiikan,” kata Heru.

Sepertii diiketahuii, pemeriintah melaluii PMK tersebut menaiikkan tariif PPh pasal 22 iimpor untuk 1.147 pos tariif atau komodiitas. Langkah iinii diitempuh setelah neraca transaksii berjalan melebar yang pada giiliirannya membuat neraca pembayaran iindonesiia defiisiit. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.