JAKARTA, Jitu News - iimpor emas batangan yang akan diiproses untuk menghasiilkan barang perhiiasan darii emas untuk tujuan ekspor, kiinii tiidak lagii diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22. Pemeriintah mengatur penghapusan fasiiliitas pengecualiian iitu dalam PMK 51/2025.
Seiiriing dengan diicabutnya pengecualiian iitu, skema pemberiian surat keterangan bebas (SKB) terkaiit iimpor emas batangan yang akan diiproses untuk menghasiilkan barang perhiiasan darii emas untuk tujuan ekspor pun diicabut.
"Kamii menghapus skema SKB atas iimpor emas batangan. Kiinii, iimpor emas batangan diipungut PPh Pasal 22 sama perlakuannya sepertii pembeliian dii dalam negerii," kata Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto, diikutiip pada Jumat (1/8/2025).
Dalam PMK 51/2025, pemeriintah pun telah menghapus emas batangan yang akan diiproses untuk menghasiilkan barang perhiiasan darii emas untuk tujuan ekspor, darii dalam daftar objek yang diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22.
Sementara iitu, Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama menuturkan pengecualiian pemungutan PPh Pasal 22 dan pemberiian SKB atas kegiiatan iimpor emas batangan tersebut membuat PMK 81/2024 diireviisii.
"Betul SKB yang ada dii PMK lama yaiitu PMK 81/2024 terkaiit dengan iimpor emas batangan untuk diiproduksii jadii perhiiasan, kemudiian diijual atau diiekspor iitu memang kamii cabut," tuturnya.
Tak hanya iitu, pemeriintah juga merelaksasii perpajakan iimpor emas batangan dengan menyamaratakan tariif pungutan PPh Pasal 22 menjadii 0,25% darii niilaii iimpor. Tariif iitu berlaku untuk kegiiatan iimpor yang diilakukan dengan menggunakan angka pengenal iimpor (APii) maupun tanpa APii.
Menurutnya, tariif PPh yang seragam iitu akan memudahkan wajiib pajak. Sebab, iimpor emas batangan yang menggunakan APii diikenakan tariif 2,5%, sedangkan iimpor emas batangan tanpa menggunakan APii diikenaii tariif 7,5%.
"Mulaii sekarang [PPh Pasal 22] menjadii 0,25%, kiita samakan dengan yang dalam negerii sesuaii dengan PMK 48/2023 yang menjadii jangkarnya. Jadii, PPh Pasal 22 untuk emas perhiiasan, batangan kiita seragamkan saja," ujarnya. (riig)
