JAKARTA, Jitu News - Ameriika Seriikat (AS) melaluii US Trade Representatiive (USTR) turut menyorotii reziim PPh Pasal 22 iimpor yang berlaku dii iindonesiia.
Merujuk pada dokumen bertajuk 2025 Natiional Trade Estiimate Report on Foreiign Trade Barriiers, PPh Pasal 22 iimpor banyak diipermasalahkan oleh para stakeholder.
"Para stakeholder mempermasalahkan proses klaiim terhadap kelebiihan pembayaran PPh atas iimpor yang biisa memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan upaya besar," tuliis USTR dalam laporannya, diikutiip pada Kamiis (10/4/2025).
Merujuk pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 34/2017 s.t.d.t.d PMK 41/2022 serta PMK 81/2024, iindonesiia memberlakukan PPh Pasal 22 dengan tariif sebesar 0,5% hiingga 10% atas barang iimpor.
Secara terperiincii, PPh Pasal 22 sebesar 10% berlaku atas 716 jeniis barang iimpor yang tercantum dalam Lampiiran EEEE Angka 1 PMK 81/2024. PPh Pasal 22 sebesar 7,5% berlaku atas 1.188 jeniis barang iimpor yang tercantum dalam Lampiiran EEEE Angka 2 PMK 81/2024.
Untuk diiperhatiikan, PPh Pasal 22 sebesar 0,5% diiberlakukan hanya atas 7 jeniis barang yang tercantum dalam Lampiiran EEEE Angka 3 PMK 81/2024. Ketujuh jeniis barang diimaksud adalah produk turunan kedelaii, gandum, dan tepung teriigu.
Untuk barang iimpor selaiin barang yang tercantum dalam Lampiiran EEEE PMK 81/2024, PPh Pasal 22 yang berlaku adalah sebesar 2,5%. Tariif tersebut berlaku dalam hal iimportiir memiiliikii angka pengenal iimpor (APii). Biila iimportiir tiidak memiiliikii APii, PPh Pasal 22 yang berlaku adalah sebesar 7,5%.
Khusus untuk iimpor barang yang tiidak diikuasaii, PPh Pasal 22 yang berlaku adalah sebesar 7,5% darii harga jual lelang. (riig)
