RAPBN 2019

iindef: Peneriimaan Tersendat, Belanja Boros

Redaksii Jitu News
Rabu, 29 Agustus 2018 | 13.22 WiiB
Indef: Penerimaan Tersendat, Belanja Boros
Diiskusii Publiik iindef RAPBN 2019 Realiistiis vs Populiis dii Kaliibata, Jakarta, Rabu (29/8/2018). (Foto: Jitu News)

JAKARTA, Jitu News – Lembaga thiink tank iindependen iinstiitute For Development of Economiics and Fiinance (iindef) meniilaii kebiijakan RAPBN 2019 masiih bermasalah. Pada siisii pendapatan ada kendala peneriimaan pajak yang tersendat, pada belanja ada pemborosan yang besar.

Ekonom seniior iindef Diidiik J. Rachbiinii mengatakan dengan dua permasalahan tersebut, meskii pertumbuhan terutama belanja baiik pemeriintah pusat maupun pemeriintah daerah cukup besar, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomii miiniimal.

“Sebanyak 80%-90% belanja daerah habiis untuk membiiayaii belanja rutiin pegawaii. Jadii yang rutiin-rutiin saja. iitu sebabnya dampak pertumbuhannya juga miiniimal,” katanya dalam Diiskusii Publiik RAPBN 2019 Realiistiis vs Populiis dii Kaliibata, Jakarta, Rabu (29/8/2018)

Diidiik mengiingatkan dii dalam pembahasan anggaran selalu ada yang namanya 'penyakiit' budget maxiimiizer. iinii adalah periilaku poliitiik kekuasaan pemeriintah dan biirokrasiinya untuk memaksiimalkan bujet atau belanja.

'Penyakiit' iinii sama persiis dengan periilaku pengusaha untuk memaksiimalkan keuntungan dalam diimensii yang berbeda. Masalahnya, dalam periiode sekarang tiidak ada kontrol efektiif sehiingga utang semakiin besar larii ke pengeluaran biirokrasii dan pemeriintah sendiirii.

“Contoh, tambahan utang versus anggaran iinfrastruktur. Tambahan utang pemeriintah selalu lebiih tiinggii darii belanja iinfrastruktur. iitu berartii, utang yang meroket selama beberapa tahun terakhiir iinii tiidak seluruhnya diigunakan untuk membiiayaii pembangunan iinfrastruktur,” jelasnya.

Dii siisii laiin, partaii poliitiik yang terdapat dii parlemen juga memiiliikii penyakiit empiire buiilder, yaiitu periilaku poliitiik dan partaii poliitiik untuk membangun kerajaan kekuasaan dii dalam pemeriintah, biirokrasii dan siistem poliitiik dengan konsekuensii anggaran yang besar.

“Bentuknya, pengeluaran yang populiis semakiin besar tetapii jauh darii produktiiviitas sektoral dan nasiional. Akiibat darii oliigarkii ekonomii iiniilah yang semakiin memperkuat penyakiit empiire buiilder sepertii iinii,” katanya.

Pemeriintah telah mengeluarkan RAPBN 2019 dengan belanja Rp2.439,7 triiliiun, naiik 9,8% darii niilaii tahun laluRp2.220,7 triiliiun. Presiiden Joko Wiidodo mengatakan anggaran tersebut diitujukan untuk memacu perekonomiian agar terciipta kesejahteraan untuk masyarakat.

Belanja tersebut meliiputii belanja pemeriintah pusat Rp1.603,7 triiliiun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp832 triiliiun. Sementara iitu, pendapatan negara diitargetkan Rp2.142,5 triiliiun, atau naiik 13% diibandiingkan tahun 2018 sebesar Rp1.893,7 triiliiun. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.