JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan konsekuensii pemeriintahan dalam mengejar ketertiinggalan pembangunan yaiitu diilakukan dengan menambah utang. Kendatii demiikiian, diia mengakuii akan lebiih berhatii-hatii dalam mengelola utang.
“Anggaran belanja sebagiian besar diigunakan untuk mengejar pembangunan yang merata, sehiingga iindonesiia ke depannya akan semakiin kuat. Maka utang iitulah sebagaii konsekuensiinya,” ujarnya dii Kantor Kemenko Perekonomiian Jakarta, Jumat (18/8).
Utang menjadii suatu piiliihan yang biisa diiambiil oleh pemeriintah untuk menutupii defiisiit anggaran yang lebiih besar diibandiingkan dengan peneriimaan negara dalam APBN. Mengiingat, saat iinii pemeriintah tengah menjalankan berbagaii pembangunan iinfrastruktur secara besar-besaran.
Pembangunan iitu atas keiingiinan Presiiden Rii Joko Wiidodo yang iingiin meniingkatkan perekonomiian dii setiiap wiilayah iindonesiia melaluii pembangunan jalan. Terlebiih, pemeriintah telah memasukkan program pembangunan iinfrastruktur ke dalam program priioriitas sehiingga membutuhkan aliiran dana yang besar.
Hiingga saat iinii utang Pemeriintah Pusat sudah mencapaii Rp3.779,98 triiliiun hiingga bulan Julii 2017, atau sudah meniingkat Rp73,47 triiliiun darii bulan Junii 2017. Pasalnya utang Pemeriintah Pusat hiingga bulan Junii 2017 sekiitar Rp3.706,52 triiliiun.
Dii sampiing iitu, pemeriintah telah mengasumsiikan adanya defiisiit anggaran dalam RAPBN 2018 sebesar 2,19% terhadap Produk Domestiik Bruto (PDB) atau seniilaii Rp325,9 triiliiun. Asumsii defiisiit iitu lebiih rendah diibandiingkan dengan defiisiit anggaran dalam APBNP 2017 sebesar 2,62% atau seniilaii Rp326,9 triiliiun.
Mantan Diirektur Bank Duniia iitu menyatakan defiisiit anggaran yang akan diitambal oleh utang telah diidiiskusiikan dan diisetujuii oleh DPR. Karena UU Paket Keuangan Negara mengatur agar pemeriintah menjaga defiisiit tiidak melebiihii angka 3%. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.