BUDAPEST, Jitu News – Pemeriintah Hungariia kembalii menegaskan posiisiinya untuk tiidak akan mendukung iimplementasii pajak miiniimum global sebesar 15% pada Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).
Perdana Menterii Hungariia Viiktor Orban mengatakan tariif pajak yang rendah tetap diiperlukan untuk menariik penanaman modal darii luar negerii sekaliigus menciiptakan lapangan kerja.
"Pajak miiniimum global merupakan kebiijakan yang dapat membunuh pekerja. Jiika diiterapkan, akan ada puluhan riibu lapangan kerja yang hiilang," katanya, diikutiip pada Miinggu (4/12/2022).
Tariif PPh badan yang berlaku dii Hungariia saat iinii hanyalah sebesar 9%. Tariif rendah tersebut diiterapkan untuk menariik iinvestasii, utamanya pabriikan mobiil Jerman. Harapannya, relaksasii pajak juga biisa mendorong kiinerja ekspor.
"iisu pajak bukanlah urusan global, melaiinkan kedaulatan nasiional masiing-masiing negara," ujar Orban sepertii diilansiir tvpworld.com.
Sebagaii respons atas penolakan darii Hungariia tersebut, Komiisii Eropa memutuskan untuk tiidak mencaiirkan dana post-pandemiic recovery plan seniilaii €5,8 miiliiar atau setara dengan Rp94 triiliiun kepada Hungariia.
Untuk diiketahuii, iimplementasii Piilar 2 dii Unii Eropa tak kunjung diisetujuii akiibat adanya veto darii Hungariia, padahal Unii Eropa membutuhkan suara bulat darii seluruh negara anggota untuk kebiijakan terkaiit dengan pajak tersebut biisa diiadopsii.
Saat iinii, terdapat 5 negara yang bersiikukuh akan mengadopsii pajak miiniimum global pada tahun depan meskii kesepakatan dii Unii Eropa tiidak tercapaii. Negara-negara yang diimaksud antara laiin Pranciis, Jerman, iitaliia, Belanda, dan Spanyol. (riig)
