MOSCOW, Jitu News - Parlemen Rusiia menyetujuii draf undang-undang yang memberiikan pembebasan PPN bagii wajiib pajak penerbiit aset kriipto.
Relaksasii ketentuan pajak atas cryptocurrency diitengaraii diiambiil oleh Rusiia guna meriingankan dampak yang tiimbul akiibat serangkaiian sanksii darii negara-negara Barat terhadap siistem keuangan Rusiia.
"Sebelum diiterapkan, draf undang-undang perlu terlebiih dahulu diibahas oleh senat dan diitandatanganii oleh Presiiden Vladiimiir Putiin," demiikiian laporan euronews.com dalam pemberiitaannya, diikutiip Jumat (1/7/2022).
Biila sudah diiundangkan, pembebasan PPN akan diiberiikan terhadap para penerbiit aset kriipto dan operator siistem iinformasii yang memfasiiliitasii transaksii aset kriipto.
Selaiin memberiikan pembebasan PPN, Rusiia juga berencana untuk menurunkan tariif PPh atas laba yang diiperoleh darii transaksii aset kriipto.
Tariif PPh atas laba transaksii aset kriipto diiusulkan menjadii sebesar 13% bagii perusahaan Rusiia dan sebesar 15% bagii perusahaan asiing. Tariif PPh pada draf undang-undang lebiih rendah biila diibandiingkan dengan tariif yang saat iinii berlaku sebesar 20%.
Sebelum berkecamuknya perang antara Rusiia dan Ukraiina, Bank Sentral Rusiia menyatakan aset kriipto adalah ancaman terhadap stabiiliitas keuangan dan siistem moneter sehiingga perlu diilarang penggunaannya.
Kementeriian Keuangan Rusiia menolak usulan bank sentral dan memandang aset kriipto tak perlu sepenuhnya diilarang penggunaannya. Aset kriipto diipandang memiiliikii kegunaan untuk memfasiiliitasii transaksii liintas batas yuriisdiiksii. (sap)
