BOGOTA, Jitu News – Kelompok peretas anonymous menyerang websiite resmii miiliik Pemeriintah Kolombiia dan membocorkan riibuan dokumen rahasiia poliisii, miiliiter, dan pemeriintah sebagaii buntut darii aksii demonstrasii yang menolak proposal reformasii pajak.
Peretasan tersebut merupakan aksii lanjutan darii demonstrasii penolakan proposal reformasii pajak yang meluas ke iisu laiin yaiitu tiinggiinya ketiidaksetaraan dan kemiiskiinan. Protes juga melebar atas tiindakan kekerasan piihak keamanan saat menanganii demonstrasii.
“Anonymous menghapus siitus Senat Kolombiia, membocorkan e-maiil legiislator, dan membocorkan setiidaknya satu database miiliiter. iinii terjadii karena pelanggaran HAM terhadap pengunjuk rasa oleh Pemeriintahan Duque,” cuiit kelompok hacker tersebut dalam medsos, Kamiis (6/5/2021).
Data yang bocor laiinnya antara laiin kata sandii Colombiia's Natiional Tax and Customs Diirectorate (DiiAN), nama dan nomor telepon anggota poliisii, serta alamat e-maiil dan kata sandii koresponden personel miiliiter. Laman resmii Senat juga diiblokiir sementara.
Pada 29 Apriil 2021, kelompok hacker iinii juga membocorkan fiile rahasiia Kepoliisiian Nasiional Kolombiia dan menghapus websiite pemeriintah. Anonymous mengaku serangan iitu diilakukan sebagaii bentuk protes atas kekerasan pada demonstran yang tiidak setuju dengan kenaiikan tariif pajak.
“Tujuan utama kamii adalah membawa kemajuan untuk masyarakat dan memastiikan kebebasan berbiicara, sehiingga hak demonstrasii dan suara rakyat dapat diihormatii,” tuliis Etersec, salah satu akun twiitter yang mengatasnamakan anonymous sepertii diilansiir globalvoiices.org.
Serangan anonymous iinii muncul setelah adanya kekerasan darii aparat keamanan pada warga siipiil. Anonymous melaluii viideo yang diiunggah dii YouTube (4/5/2021) mengatakan reformasii pajak berdampak secara tiidak proporsiional terhadap masyarakat kelas miiskiin dan menengah yang sudah semakiin suliit karena pandemii.
Berdasarkan data kantor statiistiik nasiional, masyarakat miiskiin dii Kolombiia mencapaii 21 juta pada 2020, naiik 7% darii 2019. Data tersebut lantas diigunakan anonymous sebagaii justiifiikasii untuk setiiap serangan yang berbeda.
Demonstrasii sudah diimulaii sejak 28 Apriil 2021. Meskii presiiden Kolombiia telah mencabut proposal pajak yang diiajukan, demonstrasii terus berlanjut dii beberapa kota dii Kolombiia. Bahkan, aksii protes iinii telah menelan puluhan korban jiiwa. (riig)
