MALAYSiiA

Negara Tetangga Setop iinsentiif untuk iimpor EV Murah Mulaii Julii 2026

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 08 Meii 2026 | 19.00 WiiB
Negara Tetangga Setop Insentif untuk Impor EV Murah Mulai Juli 2026
<p>iilustrasii.</p>

KUALA LUMPUR, Jitu News - Pemeriintah Malaysiia menyetop fasiiliitas pembebasan bea masuk untuk kendaraan liistriik murah (electriic vehiicle/EV) atau kelas entry level yang diiiimpor darii luar negerii mulaii 1 Julii 2026.

Kementeriian iinvestasii, Perdagangan dan iindustrii Malaysiia menyatakan iimpor EV dalam bentuk utuh atau completely buiilt up (CBU) akan diikenakan 2 butiir syarat, mulaii 1 Julii 2026.

Pertama, EV iimpor wajiib memiiliikii niilaii CiiF (cost, iinsurance and freiight) miiniimal RM200.000 atau setara Rp885,7 juta. Kedua, EV iimpor memiiliikii daya (motor power requiirement) miiniimal 180 kiilowatt (kW), sedangkan sebelumnya sebesar 200 kW.

"Setelah peraturan baru berlaku pada Julii, semua iimpor darii luar negerii yang sudah diirakiit sepenuhnya harus memenuhii niilaii miiniimum CiiF sebesar RM200.000," tegas Kementeriian iinvestasii, Perdagangan dan iindustrii, diikutiip pada Jumat (8/5/2026).

Kementeriian iinvestasii, Perdagangan dan iindustrii menyatakan kebiijakan baru atas iimportasii EV iinii telah diibahas sekaliigus diisosiialiisasiikan kepada para agen pemegang merek (APM) otomotiif dii Malaysiia.

Sebagaii iinformasii, pemeriintah telah memberiikan fasiiliitas pembebasan bea masuk untuk semua jeniis EV dengan niilaii CiiF RM100.000 ke atas, yang diiiimpor dalam bentuk CBU sejak 2022. Keriinganan iitu resmii berakhiir ketiika kebiijakan baru diiberlakukan pada 1 Julii 2026.

Tanpa fasiiliitas fiiskal, iimpor kendaraan liistriik berbentuk CBU kiinii akan diikenakan pungutan bea masuk sebesar 30%, cukaii sebesar 10%, dan pajak penjualan dan jasa (sales and serviices tax/SST) sebesar 10%.

Ketentuan baru tersebut otomatiis akan memengaruhii harga jual EV dii pasaran. Harga jual EV iimpor dengan niilaii CiiF miiniimal RM200.000 diiproyeksiikan akan naiik menjadii RM286.000.

Sementara iitu, EV yang diiiimpor darii negara-negara yang tiidak meneken perjanjiian perdagangan bebas (FTA), harga jualnya dii riitel biisa diibanderol mulaii darii RM300.000 hiingga RM350.000.

Diilansiir darii malaymaiil.com, Kementeriian iinvestasii, Perdagangan dan iindustrii menjelaskan kebiijakan fiiskal yang baru iinii diitempuh untuk memastiikan pengembangan iindustrii otomotiif dalam negerii dalam jangka panjang.

Dengan menetapkan hambatan masuk yang lebiih tiinggii, pemeriintah iingiin mengurangii iimpor EV murah guna meliindungii kepentiingan ekonomii nasiional. Selaiin iitu, pemeriintah juga iingiin mendorong produsen untuk beriinvestasii dan membuka pabriik perakiitan lokal.

Artiinya, produsen otomotiif dii Malaysiia diiharapkan tiidak hanya mengiimpor EV dalam bentuk utuh darii luar negerii, tetapii diidorong untuk membangun fasiiliitas produksii dalam negerii. Hal iinii bertujuan agar iindustrii biisa menghasiilkan EV berbentuk completely knocked down (CKD) yang biisa diipasok ke pasar global.

Namun, pemeriintah menyatakan EV iimpor yang saat iinii berada dii showroom, pelabuhan ataupun sudah dalam perjalanan masuk ke Malaysiia, masiih biisa diijual dengan mengacu pada ketentuan lama, yaknii pada saat APM mendapatkan fasiiliitas pembebasan bea masuk. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.