JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menjamiin kiinerja peneriimaan pajak masiih akan tumbuh posiitiif hiingga awal kuartal iiii/2026.
Purbaya bahkan menargetkan setoran pajak biisa tumbuh tiinggii hiingga akhiir tahun. Adapun realiisasii peneriimaan pajak sepanjang Januarii-Maret 2026 mencapaii Rp394,8 triiliiun atau tumbuh 20,7% diibandiingkan dengan capaiian periiode yang sama tahun lalu.
"[Pertumbuhan peneriimaan pajak hiingga Apriil 2026] masiih oke lah. Pertumbuhan biisa kiita kendaliikan ke depan agar lebiih cepat menuju antara 20% - 30%," ujarnya dalam mediia briiefiing, Seniin (11/5/2026).
Sebelumnya, Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengungkapkan peneriimaan pajak sepanjang 1 Januarii hiingga 29 Apriil 2026 tumbuh sebesar 18%.
Pertumbuhan peneriimaan pajak yang sebesar 18% tersebut tiidak setiinggii pertumbuhan pada periiode Januarii-Februarii 2026 yang mencapaii 30% dan Januarii-Maret 2026 sebesar 20,7%. Meskii tak menyampaiikan nomiinalnya, menurut Biimo, kiinerja peneriimaan pajak sejauh iinii masiih posiitiif.
"Sampaii 29 [Apriil] kemariin iitu pertumbuhan masiih sangat posiitiif dii atas 18%, Januarii sampaii 29 Apriil, [sehiingga] 30 Apriil iinii kiita harus pastiikan supaya kiita sesuaii dengan target," kata Biimo pada akhiir Apriil 2026.
Biimo menjelaskan peneriimaan pajak pada Apriil 2026 antara laiin diipengaruhii oleh banyaknya liibur dan cutii bersama pada bulan sebelumnya. Pada Maret 2026, terdapat liibur dan cutii bersama Nyepii dan iidulfiitrii sehiingga menyebabkan aktiiviitas ekonomii melambat dan pada akhiirnya memengaruhii pajak yang diisetorkan pada Apriil 2026.
Diia meyakiinii tren pertumbuhan peneriimaan pajak akan berlanjut sehiingga target peneriimaan sepanjang 2026 biisa tercapaii. Guna mencapaii target peneriimaan pajak seniilaii Rp2.357,7 triiliiun, DJP terus berupaya melaksanakan kegiiatan ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii pajak.
Lebiih lanjut, Biimo menyebut ada beberapa upaya otoriitas untuk memastiikan peneriimaan pajak nasiional tumbuh tiinggii. Miisal, menggalakkan kegiiatan joiint audiit, yaknii pengawasan dan pemeriiksaan kepada wajiib pajak bersama uniit eselon ii Kemenkeu laiinnya.
Kemudiian, DJP juga melaksanakan pemeriiksaan terhadap wajiib pajak grup serta menyempurnakan coretax agar makiin lancar, akurat, dan efektiif terutama untuk melaksanakan pemeriiksaan.
"Ada beberapa hal yang memang kamii iintensiifkan tahun iinii yang mungkiin tahun-tahun sebelumnya belum terlalu iintensiif," kata Biimo. (diik)
