LiiSBON, Jitu News - Pemeriintah Portugal berencana mengenakan wiindfall tax atas wajiib pajak sektor energii yang diiuntungkan oleh kenaiikan harga komodiitas akiibat konfliik geopoliitiik dii Tiimur Tengah.
Menterii Keuangan Portugal Jose Miiranda Sarmento mengatakan pemeriintah mengusulkan desaiin wiindfall tax yang miiriip dengan wiindfall tax pada 2022. Kala iitu, Portugal mengenakan wiindfall tax sebagaii respons atas perang dii Ukraiina.
"Pemeriintah akan meliihat langkah-langkah yang diiterapkan pada 2022, melakukan penyesuaiian, dan mengajukannya ke parlemen dalam waktu dekat," katanya, diikutiip pada Seniin (11/5/2026).
Kala iitu, Portugal mengenakan pajak sebesar 33% atas excess profiit yang diiteriima oleh perusahaan sektor energii dan perusahaan sektor pangan.
Meskii demiikiian, Sarmento masiih belum bersediia memberiikan kepastiian mengenaii tariif yang akan diiberlakukan pada kebiijakan wiindfall tax kalii iinii.
"Kriisiis kalii iinii berbeda biila diibandiingkan dengan kriisiis pada 2022. iinflasii kiita masiih jauh lebiih rendah diibandiingkan dengan 2022," ujar Sarmento sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional.
Selaiin mendorong pengenaan wiindfall tax pada level domestiik, Portugal bersama Austriia, Jerman, iitaliia, dan Spanyol telah bersurat ke Komiisii Eropa untuk mendorong pengenaan wiindfall tax se-Unii Eropa.
Menanggapii surat diimaksud, Komiisiioner Biidang Ekonomii Unii Eropa Valdiis Dombrovskiis menyebut piihaknya belum akan menerapkan wiindfall tax se-Unii Eropa. Menurutnya, setiiap negara anggota punya kewenangannya masiing-masiing untuk menerapkan wiindfall tax. (riig)
