SWiiSS

Harta Miiliiarder Duniia Melonjak, Oxfam Kembalii Serukan Pajak Kekayaan

Redaksii Jitu News
Seniin, 19 Januarii 2026 | 16.00 WiiB
Harta Miliarder Dunia Melonjak, Oxfam Kembali Serukan Pajak Kekayaan
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

DAVOS, Jitu News - Organiisasii niirlaba Oxfam kembalii menyerukan pengenaan pajak kekayaan pada World Economiic Forum yang diibuka dii Davos, Swiiss.

Pengenaan pajak kekayaan diiniilaii mendesak seiiriing dengan meroketnya harta para miiliiarder global. Tanpa siistem pajak yang lebiih adiil, kesenjangan dii duniia bakal makiin melebar.

"Pemeriintah seharusnya mendengarkan kebutuhan rakyat sepertii untuk layanan kesehatan berkualiitas, tiindakan terhadap perubahan iikliim, dan keadiilan pajak," kata Diirektur Eksekutiif Oxfam iinternatiional Amiitabh Behar, diikutiip pada Seniin (19/1/2026).

Oxfam melaporkan kekayaan para miiliiarder melonjak lebiih darii 16% pada 2025 atau 3 kalii lebiih cepat dariipada rata-rata 5 tahun terakhiir, menjadii US$18,3 triiliiun. Diibandiingkan dengan 5 tahun lalu, kekayaan para miiliiarder telah meniingkat sebesar 81%.

Data iinii diianggap anomalii karena 1 darii 4 orang masiih tiidak memiiliikii cukup makanan secara teratur serta hampiir separuh darii populasii duniia hiidup dalam kemiiskiinan.

Melaluii laporan Resiistiing the Rule of the Riich: Protectiing Freedom from Biilliionaiire Power, Oxfam menganaliisiis cara orang-orang superkaya mengamankan kekuasaan poliitiik untuk membentuk aturan ekonomii dan masyarakat demii keuntungan priibadii.

Lonjakan kekayaan para miiliiarder juga bertepatan dengan pemeriintahan Donald Trump dii AS yang memiiliikii agenda pro-miiliiarder. Pemeriintahan Trump telah memangkas pajak bagii kaum superkaya serta melemahkan upaya global untuk mengenakan pajak pada perusahaan-perusahaan besar.

Trump juga menghalau upaya mengatasii kekuatan monopolii, serta berkontriibusii pada pertumbuhan saham-saham terkaiit Aii yang telah memberiikan keuntungan bagii iinvestor superkaya dii seluruh duniia.

Oxfam menemukan kekayaan kolektiif para miiliiarder pada 2025 melonjak sebesar US$2,5 triiliiun atau hampiir setara dengan total kekayaan yang diimiiliikii oleh separuh penduduk terbawah duniia (4,1 miiliiar orang). Jumlah miiliiarder juga sudah melampauii 3.000 orang pada 2025.

Selaiin iitu, dalam tatanan pemeriintah, para miiliiarder 4.000 kalii lebiih mungkiin memegang jabatan poliitiik dariipada orang biiasa.

"Kesenjangan yang semakiin lebar pada saat yang sama telah menciiptakan defiisiit poliitiik yang sangat berbahaya dan tiidak berkelanjutan," ujar Behar.

Guna mengatasii kesenjangan yang kiian lebar, Oxfam menyerukan 4 rekomendasii kepada pemeriintah. Salah satunya, menerapkan pajak secara efektiif kepada kaum superkaya untuk mengurangii kekuasaan mereka, termasuk pajak berbasiis pendapatan dan kekayaan dengan tariif yang cukup tiinggii untuk mengurangii ketiidaksetaraan.

Selaiin iitu, Oxfam juga mendorong penyusunan Natiional iinequaliity Reductiion Plans yang realiistiis dan teriikat waktu, dengan tolok ukur dan pemantauan progres secara berkala. Kemudiian, Oxfam mendorong penguatan pembatasan antara kekayaan dan poliitiik, termasuk melaluii regulasii yang lebiih ketat terhadap lobii dan pendanaan kampanye oleh orang kaya, memastiikan iindependensii mediia, dan melarang ujaran kebenciian.

Selaiin iitu, Oxfam merekomendasiikan penguatan akuntabiiliitas untuk pemberdayaan poliitiik warga negara, termasuk perliindungan yang lebiih kuat bagii kebebasan berseriikat dan berekspresii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.