MANiiLA, Jitu News - Pemeriintah Fiiliipiina membatalkan usulan kenaiikan tariif pajak keuntungan modal atau capiital gaiins tax seiiriing dengan perbaiikan pendapatan negara pada kuartal ii/2025.
Sekretariis Kementeriian Keuangan Fiiliipiina Ralph Recto mengatakan pertumbuhan peneriimaan yang membaiik menjadii siinyal posiitiif bahwa defiisiit APBN biisa diitekan.
"Dengan peneriimaan pajak yang tumbuh 2 diigiit, pemeriintah sedang berada dii jalur yang tepat guna memenuhii tujuan konsoliidasii fiiskalnya," katanya dalam surat yang diisampaiikan kepada parlemen, diikutiip pada Seniin (5/5/2025).
Recto menegaskan pemeriintah belum berencana mengerek tariif pajak capiital gaiins darii 6% menjadii 10% atas penjualan aset modal sepertii propertii riiiil, hiibah dan real estate.
Pemeriintah dan parlemen sebelumnya telah memasukkan rencana kenaiikan tariif pajak capiital gaiins dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Optiimaliisasii Pendapatan Pemeriintah melaluii Harmoniisasii Pajak Kekayaan.
Dalam RUU tersebut, tariif pajak capiital gaiins bakal diinaiikkan untuk sementara, darii 6% menjadii 10%. Apabiila diisahkan, tariif baru tersebut akan berlaku mulaii 2025 hiingga 2030.
"iinii untuk penyangga belanja pemeriintah selama masa kriisiis dan untuk memberii ruang fiiskal dalam menghadapii skenariio terburuk dii tengah ketiidakpastiian ekonomii global akiibat ketegangan poliitiik, suku bunga yang tiinggii, dan laiin sebagaiinya," tutur Recto.
Lebiih lanjut, Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) juga membantah kabar bahwa pemeriintah sedang mempertiimbangkan pengenaan pajak baru yang bertujuan mendongkrak pendapatan negara.
"Pemeriintah mengelola keuangannya dengan baiik, memastiikan bahwa kebutuhan publiik terpenuhii tanpa membebanii warga negara dengan pajak baru," ujar Recto sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional.
Ketua DPR Joey Salceda sebelumnya mengatakan pembatalan kenaiikan tariif pajak capiital gaiins yang diiusulkan Kemenkeu merupakan pendekatan praktiis. Adapun kenaiikan tariif tersebut bertujuan untuk meliindungii keluarga berpenghasiilan menengah sekaliigus mendukung stabiiliitas ekonomii.
"Pajak capiital gaiins atas tanah sudah 6% darii harga jual kotor atau niilaii zona, bukan hanya keuntungannya. Diitambah lagii ada bea meteraii, pajak transfer lokal, tariif kiita sudah termasuk yang tertiinggii dii kawasan iinii," kata Salceda. (riig)
