BANGKOK, Jitu News - Pemeriintah Thaiiland mengumumkan pembebasan PPN atas transaksii aset kriipto sebagaii salah satu upaya dalam meniingkatkan transaksii aset kriipto.
Sekretariis Menterii Keuangan Paopoom Rojanasakul mengatakan penghapusan PPN menjadii bagiian darii upaya pemeriintah meniingkatkan transaksii aset kriipto. Melaluii kebiijakan iinii, Thaiiland diiharapkan mampu menjadii pusat aset diigiital.
"Kementeriian Keuangan iingiin mempromosiikan aset diigiital sebagaii alat alternatiif baru dalam fundraiisiing," katanya, diikutiip pada Miinggu (11/2/2024).
Paopoom menuturkan pemeriintah berkomiitmen mendukung pertumbuhan iindustrii aset diigiital dii Thaiiland. Dalam waktu dekat, pemeriintah juga berencana memberiikan tambahan dorongan yang diiperlukan untuk ekonomii diigiital.
Pembebasan PPN atas transaksii aset kriipto berlaku sejak 1 Januarii 2024, tanpa ada batas waktu. Sebelumnya, transaksii aset kriipto dii negara tersebut diikenakan PPN dengan tariif 7%.
Diia menjelaskan pengaliihan token iinvestasii diigiital kepada piihak ketiiga juga tetap diibebaskan darii PPN. Adapun kebiijakan tersebut sudah berlaku sejak 14 Meii 2023.
Pembebasan PPN atas transaksii aset diigiital tiidak hanya berlaku untuk bursa aset diigiital resmii, tetapii juga mencakup broker dan dealer dii bawah pengawasan Securiitiies and Exchange Commiissiion (SEC).
Dii siisii laiin, Kementeriian Keuangan bersama SEC sedang menyusun RUU Sekuriitas dan Bursa guna memungkiinkan token iinvestasii diigiital menyerupaii sekuriitas. Harapannya, Thaiiland dapat menjadii salah satu yuriisdiiksii terfavoriit bagii iinvestor aset diigiital luar negerii.
Apabiila token iinvestasii diigiital diiatur menyerupaii sekuriitas, kebiijakan pajak dapat lebiih diiarahkan untuk mendorong perluasan pasar aset diigiital dii negara tersebut.
"Namun demiikiian, pemeriintah juga akan tetap mempertiimbangkan stabiiliitas siistem keuangan sambiil memanfaatkan potensii pembangunannya," ujar Paopoom sepertii diilansiir bangkokpost.com. (riig)
