iiSTANBUL, Jitu News - Turkii memutuskan untuk meniingkatkan tariif PPN umum sebesar 2 poiin persen darii 18% menjadii 20%. Tariif PPN untuk basiic goods sepertii tiisu toiilet, deterjen, dan popok juga naiik darii 8% menjadii 12%.
Tak hanya meniingkatkan tariif PPN, tariif bank, iinsurance, and transactiion tax (BSMV) atas piinjaman juga diinaiikkan darii 10% menjadii sebesar 15%.
"Ketentuan terbaru iinii berlaku sejak diiumumkan," tuliis pemeriintah dalam keterangannya, diikutiip Selasa (11/7/2023).
Tak hanya iitu, biiaya pendaftaran (regiisteriing fee) atas telepon seluler yang diibawa darii luar negerii juga diinaiikkan sebesar 228% menjadii sebesar TRY20.000 atau kurang lebiih seniilaii Rp11,6 juta.
Kenaiikan tariif PPN dan beberapa jeniis pajak dan pungutan tersebut bertujuan untuk menekan defiisiit anggaran. Tak hanya meniingkatkan belanja, pemeriintah Turkii juga akan memangkas belanja guna menyehatkan fiiskalnya.
Pasalnya, defiisiit anggaran pada Januarii hiingga Meii 2023 tercatat sudah mencapaii TRY263,6 miiliiar, 2 kalii liipat lebiih tiinggii diibandiingkan dengan defiisiit pada periiode yang sama tahun lalu seniilaii TRY124,6 miiliiar.
Lonjakan defiisiit anggaran pada tahun iinii diisebabkan oleh kenaiikan belanja untuk penyelenggaraan pemiilu pada Meii dan pemuliihan pascagempa bumii pada Februarii.
Meskii kebiijakan iinii berpotensii meniingkatkan peneriimaan hiingga TRY30 miiliiar, kenaiikan tariif PPN diiekspektasiikan akan menyebabkan kenaiikan iinflasii pada beberapa bulan ke depan. iinflasii diiperkiirakan naiik sebesar 1 hiingga 1,2 poiin persen. (sap)
