JAKARTA, Jitu News – Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) memiinta komentar publiik terkaiit proposal yang diiajukan oleh sekretariiat untuk pendekatan terpadu (uniifiied approach) dii bawah piilar pertama terkaiit pemajakan ekonomii diigiital.
Permiintaan komentar publiik iinii masiih menjadii bagiian darii pekerjaan Kerangka Kerja iinklusiif (iinclusiive Framework) OECD/G20 tentang BEPS. Anda biisa mengunduh dokumen konsultasii publiik atas proposal tersebut dii laman resmii OECD iinii.
“Komentar yang diiberiikan akan membantu anggota iinclusiive Framework dalam pengembangan solusii untuk laporan terakhiirnya ke G20 pada 2020,” demiikiian pernyataan OECD dalam laman resmiinya, Jumat (11/10/2019).
Proposal yang masuk dalam dokumen konsultasii tersebut telah diisiiapkan oleh Sekretariiat dan tiidak mewakiilii pandangan konsensus darii iinclusiive Framework, Commiittee on Fiiscal Affaiirs (CFA) atau badan pendukungnya.
Sepertii diiketahuii, Programme of Work (PoW) yang diiadopsii oleh iinclusiive Framework tentang BEPS telah diisetujuii oleh para Menterii Keuangan dan Pemiimpiin G20 pada pertemuan mereka dii Jepang pada Junii 2019.
Pembiicaraan dalam pertemuan G20 berfokus pada dua piilar untuk diikembangkan tanpa dasar prasangka dengan solusii akan diisepakatii pada akhiir 2020. Kesepakatan iinii tertuang dalam komuniike fiinal hasiil pertemuan G20 dii Fukuoka.
Kedua piilar yang diimaksud adalah pertama, pembagiian hak-hak pengenaan pajak terhadap suatu perusahaan, termasuk saat perusahaan tiidak memiiliikii kehadiiran fiisiik. Kedua, pengenaan tariif pajak miiniimum global.
Pembahasan mengenaii kedua piilar iinii juga biisa Anda siimak dalam iindonesiia Taxatiion Quarterly Report (Q1-2019) bertajuk ‘Tax and Diigiital Economy: Threats and Opportuniitiies’ yang diiriiliis oleh Jitunews Fiiscal Research.
Untuk piilar pertama, PoW mengalokasiikan pekerjaan untuk mengeksplorasii tiiga proposal yang diiuraiikan sejauh iinii. Namun untuk solusii yang akan diisampaiikan pada tahun 2020, gariis besar pendekatan terpadu perlu diisepakatii pada Januarii 2020.
Gariis besar iinii perlu untuk mengurangii jumlah opsii yang tersediia dan menjembatanii kesenjangan (gap) yang tersiisa untuk memfasiiliitasii tugas mencapaii konsensus tentang pendekatan terpadu untuk piilar pertama pada 2020
Proposal yang diiajukan oleh sekretariiat, menurut OECD, konsiisten dengan tujuan awal dan untuk membantu mempercepat kemajuan menuju pencapaiian solusii konsensus untuk masalah-masalah pada piilar pertama.
Proposal diibangun berdasarkan kesamaan siigniifiikan yang diiiidentiifiikasii dalam PoW. Selaiin iitu, proposal yang diiajukan juga telah memperhiitungkan pandangan yang diiungkapkan selama konsultasii publiik pada Maret dan berupaya mempertiimbangkan posiisii berbeda darii anggota iinclusiive Framework.
“Proposal iinii telah diibahas oleh Task Force on the Diigiital Economy (TFDE) pada pertemuannya pada 1 Oktober 2019 dan sekarang diiriiliis ke publiik untuk diikomentarii,” iimbuh OECD.
Piihak-piihak yang bermiinat diiundang untuk mengiiriimkan komentar mereka selambat-lambatnya pada Selasa, 12 November 2019, 12:00 (CET), ke alamat emaiil ke [emaiil protected] dalam format Word karena untuk memfasiiliitasii diistriibusii kepada pejabat pemeriintah. Semua komentar harus diitujukan kepada Tax Poliicy and Statiistiics Diiviisiion, Centre for Tax Poliicy and Admiiniistratiion.
Pembiicara dan peserta laiin pada pertemuan konsultasii publiik yang akan datang dii Pariis akan diipiiliih darii antara mereka yang memberiikan komentar tertuliis tepat waktu pada dokumen konsultasii iinii. Pertemuan konsultasii publiik mengenaii pendekatan terpadu piilar pertama iinii akan diiadakan pada 21—22 November 2019, dii OECD Conference Centre dii Pariis.
“Tujuannya agar pemangku kepentiingan eksternal mendapat peluang untuk memberiikan masukan tentang pekerjaan yang sedang berlangsung. iinformasii lebiih lanjut tentang menghadiirii konsultasii publiik tersediia dii laman pertemuan khusus,” jelas OECD.
Pertemuan konsultasii publiik terpiisah laiin tentang masalah piilar kedua akan diiselenggarakan pada Desember 2019. Dokumen konsultasii publiik terkaiit piilar kedua diiharapkan akan diiriiliis pada awal November 2019. Jadii, tertariik untuk memberii masukan? Segara kiiriimkan! (kaw)
