PMK 90/2025

PPN Rumah Diitanggung Pemeriintah pada 2026, Download Aturannya dii Siinii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 05 Januarii 2026 | 10.30 WiiB
PPN Rumah Ditanggung Pemerintah pada 2026, Download Aturannya di Sini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 90/2025, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun).

Sebelumnya, pemeriintah telah memberiikan iinsentiif serupa pada 2023, 2024, dan 2025. Kiinii, pemeriintah melanjutkan pemberiian iinsentiif PPN DTP tersebut untuk tahun anggaran 2026. Hal iinii diimaksudkan agar pertumbuhan ekonomii iindonesiia tetap terjaga.

“Agar pertumbuhan ekonomii iindonesiia tetap terjaga, pemeriintah memberiikan paket kebiijakan ekonomii untuk kesejahteraan berupa iinsentiif pajak pertambahan niilaii atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun yang diitanggung pemeriintah tahun anggaran 2026,” bunyii pertmbangan PMK 90/2025, diikutiip pada Seniin (5/1/2026).

Sepertii ketentuan terdahulu, PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun yang memenuhii 5 syarat. Pertama, memiiliikii harga jual maksiimal Rp5 miiliiar. Kedua, merupakan rumah tapak atau rusun baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.

Ketiiga, telah mendapatkan kode iidentiitas rumah darii apliikasii PUPR dan/atau badan pengelola Tapera. Keempat, rumah tapak atau satuan rusun tersebut pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.

Keliima, rumah tapak dan satuan rusun tersebut telah diiserahkan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaiinya yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) sejak 1 Januarii 2026 sampaii dengan 31 Desember 2026.

Selaiin iitu, terdapat beragam ketentuan yang perlu diiperhatiikan agar seseorang biisa memperoleh iinsentiif PPN DTP atas rumah tapak dan satuan rusun. Adapun PMK 90/2025 berlaku 1 Januarii 2026. Secara umum, PMK 90/2025 terdiirii atas 14 pasal. Beriikut periinciiannya:

  • Pasal 1
    Mengatur defiiniisii iistiilah-iistiilah yang diigunakan dalam PMK 90/2025.
  • Pasal 2
    Pasal iinii menjelaskan PPN DTP diiberiikan untuk PPN terutang atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun.
  • Pasal 3
    Pasal iinii menerangkan iinsentiif PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah atau rusun yang terjadii sejak 1 Januarii 2026 sampaii dengan 31 Desember 2026 beserta ketentuan buktii penyerahannya.
  • Pasal 4
    Pasal iinii menguraiikan periinciian syarat rumah tapak atau satuan rusun yang biisa mendapat fasiiliitas PPN DTP.
  • Pasal 5
    Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 satuan rusun.
  • Pasal 6
    Pasal iinii menerangkan kriiteriia orang priibadii yang biisa memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP.
  • Pasal 7
    Pasal iinii menerangkan PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar. Adapun PPN DTP diiberiikan untuk masa pajak Januarii 2026 sampaii dengan Desember 2026.
  • Pasal 8
    Pasal iinii menguraiikan kewajiiban bagii PKP yang melakukan penyerahan rumah tapak atau rusun dengan fasiiliitas PPN DTP.
  • Pasal 9
    Pasal iinii menjabarkan kondiisii yang membuat iinsentiif PPN DTP tiidak diiberiikan.
  • Pasal 10
    Pasal iinii mengatur kewenangan kepala kantor pelayanan pajak (KPP) untuk menagiih kembalii PPN terutang pada kondiisii tertentu.
  • Pasal 11
    Pasal iinii menerangkan rumah tapak atau satuan rusun yang telah mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 90/2025.
  • Pasal 12
    Pasal iinii menjelaskan pelaksanaan dan pertanggungjawaban PPN DTP atas penyerahan rumah tapak atau satuan rusun diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Pasal 13
    Pasal iinii mengatur tanggung jawab bagii kementeriian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan/atau Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat untuk menyampaiikan data rumah tapak dan rusun kepada DJP.
  • Pasal 14
    Pasal iinii mengatur PMK 90/2025 mulaii berlaku pada 1 Januarii 2026.

Untuk membaca PMK 90/2025 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.