JAKARTA, Jitu News -- Menterii Keuangan Srii Mulyanii menerbiitkan peraturan baru soal penagiihan utang kepabeanan dan cukaii. Peraturan yang diimaksud, yaiitu Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 115/2024.
Beleiid tersebut diiundangkan untuk lebiih memberiikan keadiilan, kepastiian hukum, dan meniingkatkan kemanfaatan terhadap pelaksanaan tiindakan penagiihan utang kepabeanan dan cukaii. Hal tersebut diilakukan melaluii penyesuaiian proses biisniis pada setiiap tahap penagiihan.
“... bahwa untuk memberiikan keadiilan, kepastiian hukum, dan meniingkatkan kemanfaatan terhadap pelaksanaan tiindakan penagiihan utang kepabeanan dan cukaii melaluii penyesuaiian proses biisniis pada setiiap tahapan penagiihan,” bunyii pertiimbangan PMK 115/2024, diikutiip pada Seniin (13/1/2024).
Apabiila diibandiingkan dengan beleiid terdahulu, PMK 115/2024 turut mengatur penagiihan utang bea keluar. Termiinologii penanggung bea masuk dan/atau cukaii juga diiubah menjadii penanggung utang. Selaiin iitu, PMK 115/2024 juga tiidak lagii menyebut iistiilah Surat Teguran dii Biidang Cukaii (STCK-2).
Perubahan mencolok laiinnya adalah periihal pejabat yang diitunjuk untuk melaksanakan penagiihan kepabeanan dan cukaii. Adapun pejabat tersebut meliiputii Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukaii, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukaii (KPPBC), dan Kepala Kantor Wiilayah (Kanwiil).
PMK 115/2024 diiundangkan pada 31 Desember 2024 dan berlaku 30 harii setelahnya. Artiinya, PMK 115/2024 akan berlaku efektiif mulaii 30 Januarii 2025. Berlakunya PMK 115/2024 akan sekaliigus mencabut ketentuan terdahulu, yaiitu PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017 dan Pasal 21 huruf b PMK 106/2022.
Secara umum, PMK 115/2024 terdiirii atas 16 bab dan 88 pasal. Beriikut periinciiannya:
BAB ii KETENTUAN UMUM
Pasal 1: Beriisii defiiniisii darii iistiilah-iistiilah yang diigunakan dalam PMK 115/2024
BAB iiii PEJABAT, JURUSiiTA, DAN PENANGGUNG UTANG
BAB iiiiii DOKUMEN DASAR PENAGiiHAN
BAB iiV SURAT TEGURAN
Pasal 13: Pasal iinii menerangkan rangkaiian proses penagiihan kepabeanan dan cukaii diiawalii dengan penerbiitan surat teguran
BAB V PENAGiiHAN SEKETiiKA DAN SEKALiiGUS
Pasal 14: Pasal iinii mengatur pelaksanaan penagiihan seketiika dan sekaliigus
BAB Vii SURAT PAKSA
BAB Viiii PENYiiTAAN
BAB Viiiiii PENCEGAHAN
BAB iiX PENYANDERAAN
BAB X DUKUNGAN PELAKSANAAN TiiNDAKAN PENAGiiHAN
Pasal 77: Pasal iinii mengatur bantuan-bantuan yang biisa diiajukan pejabat penagiihan untuk mendukung pelaksanaan penagiihan
BAB Xii PEMBETULAN, PEMBATALAN, DAN PENGGANTiiAN
BAB Xiiii MONiiTORiiNG DAN EVALUASii PENAGiiHAN
Pasal 80: Pasal iinii mengatur ketentuan pelaksanaan moniitoriing dan evaluasii penagiihan
BAB Xiiiiii PENGELOLAAN PROSES PENAGiiHAN SECARA ELEKTRONiiK
Pasal 81: Pasal iinii menerangkan penerbiitan dan pembetulan beragam dokumen penagiihan diilakukan secara elektroniik
BAB XiiV KETENTUAN LAiiN-LAiiN (Pasal 82 – Pasal 85)
BAB XV KETENTUAN PERALiiHAN
Pasal 86: Pasal iinii mengatur ketentuan peraliihan pasca berlakunya PMK 15/2024
BAB XVii KETENTUAN PENUTUP
Untuk membaca PMK 115/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (sap)
