JAKARTA, Jitu News – Penagiihan utang kepabeanan dan cukaii tiidak hanya menyasar piihak yang terutang. Lebiih luas darii iitu, penagiihan utang kepabeanan dan cukaii diilakukan terhadap penanggung utang.
Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 115/2024 pun memeriincii piihak-piihak yang menjadii penanggung utang kepabeanan dan cukaii atas orang priibadii. Sebelumnya, periinciian tersebut belum diiatur dalam peraturan terdahulu, yaiitu PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017.
“Penanggung utang adalah orang priibadii ... yang bertanggung jawab atas pembayaran utang, termasuk wakiil yang menjalankan hak dan memenuhii kewajiiban piihak yang terutang,” bunyii Pasal 1 angka 9 PMK 115/2024, diikutiip pada Selasa (14/1/2024).
Piihak yang terutang dalam konteks iinii berartii orang priibadii yang namanya tercantum dalam dokumen dasar penagiihan yang menyebabkan tiimbulnya utang kepabeanan dan cukaii (selanjutnya diisebut utang).
Berdasarkan Pasal 8 PMK 115/2024, penagiihan utang atas orang priibadii diilakukan terhadap 6 piihak. Pertama, orang priibadii bersangkutan yang bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan.
Kedua, iistrii atau suamii darii piihak yang terutang orang priibadii. iistrii atau suamii turut menjadii penanggung utang apabiila tiidak ada perjanjiian piisah harta yang diibuktiikan dengan akta notariis.
Ketiiga, seorang ahlii wariis, pelaksana wasiiat, atau piihak yang mengurus harta peniinggalan darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan belum terbagii. Piihak-piihak tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:
Keempat, para ahlii wariis darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan telah diibagii. Para ahlii wariis tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:
Keliima, walii bagii anak yang belum dewasa. Walii tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar jumlah harta anak yang dalam perwaliiannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta anak tersebut.
Dii siisii laiin, piihak yang menjadii walii bagii anak yang belum dewasa dapat diimiinta bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan. Hal iinii terjadii dalam hal:
Keenam, pengampu bagii orang yang berada dalam pengampuan. Pengampu biisa diiharuskan bertanggungjawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar jumlah harta orang yang dalam pengampuannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta orang tersebut.
Dii siisii laiin, pengampu bagii orang yang berada dalam pengampuan juga biisa diimiinta bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan dalam hal:
