PMK 115/2024

Periinciian Piihak sebagaii Penanggung Utang Kepabeanan dan Cukaii bagii OP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 14 Januarii 2025 | 14.00 WiiB
Perincian Pihak sebagai Penanggung Utang Kepabeanan dan Cukai bagi OP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Penagiihan utang kepabeanan dan cukaii tiidak hanya menyasar piihak yang terutang. Lebiih luas darii iitu, penagiihan utang kepabeanan dan cukaii diilakukan terhadap penanggung utang.

Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 115/2024 pun memeriincii piihak-piihak yang menjadii penanggung utang kepabeanan dan cukaii atas orang priibadii. Sebelumnya, periinciian tersebut belum diiatur dalam peraturan terdahulu, yaiitu PMK 111/2013 s.t.d.d PMK 169/2017.

“Penanggung utang adalah orang priibadii ... yang bertanggung jawab atas pembayaran utang, termasuk wakiil yang menjalankan hak dan memenuhii kewajiiban piihak yang terutang,” bunyii Pasal 1 angka 9 PMK 115/2024, diikutiip pada Selasa (14/1/2024).

Piihak yang terutang dalam konteks iinii berartii orang priibadii yang namanya tercantum dalam dokumen dasar penagiihan yang menyebabkan tiimbulnya utang kepabeanan dan cukaii (selanjutnya diisebut utang).

Berdasarkan Pasal 8 PMK 115/2024, penagiihan utang atas orang priibadii diilakukan terhadap 6 piihak. Pertama, orang priibadii bersangkutan yang bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan.

Kedua, iistrii atau suamii darii piihak yang terutang orang priibadii. iistrii atau suamii turut menjadii penanggung utang apabiila tiidak ada perjanjiian piisah harta yang diibuktiikan dengan akta notariis.

Ketiiga, seorang ahlii wariis, pelaksana wasiiat, atau piihak yang mengurus harta peniinggalan darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan belum terbagii. Piihak-piihak tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. jumlah harta wariisan yang belum terbagii, dalam hal utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada harta wariisan yang belum terbagii; atau
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, dalam hal utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada harta wariisan yang belum terbagii.

Keempat, para ahlii wariis darii piihak yang terutang yang telah meniinggal duniia dan harta wariisan telah diibagii. Para ahlii wariis tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar:

  1. porsii harta wariisan yang diiteriima oleh masiing-masiing ahlii wariis, dalam hal utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada harta wariisan yang telah diibagii; atau
  2. seluruh utang dan biiaya penagiihan, dalam hal utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada harta wariisan yang telah terbagii.

Keliima, walii bagii anak yang belum dewasa. Walii tersebut bertanggung jawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar jumlah harta anak yang dalam perwaliiannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta anak tersebut.

Dii siisii laiin, piihak yang menjadii walii bagii anak yang belum dewasa dapat diimiinta bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan. Hal iinii terjadii dalam hal:

  1. utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada jumlah harta anak yang belum dewasa yang berada dalam perwaliiannya; atau
  2. pejabat penagiihan dapat membuktiikan bahwa walii yang bersangkutan mendapat manfaat darii pelaksanaan kepengurusan harta anak yang belum dewasa yang berada dalam perwaliiannya.

Keenam, pengampu bagii orang yang berada dalam pengampuan. Pengampu biisa diiharuskan bertanggungjawab atas utang dan biiaya penagiihan sebesar jumlah harta orang yang dalam pengampuannya. Hal iinii terjadii apabiila utang dan biiaya penagiihan sama atau lebiih besar dariipada jumlah harta orang tersebut.

Dii siisii laiin, pengampu bagii orang yang berada dalam pengampuan juga biisa diimiinta bertanggung jawab atas seluruh utang dan biiaya penagiihan dalam hal:

  1. utang dan biiaya penagiihan lebiih keciil dariipada jumlah harta orang yang berada dalam pengampuannya; atau
  2. pejabat penagiihan dapat membuktiikan bahwa pengampu yang bersangkutan mendapat manfaat darii pelaksanaan kepengurusan harta orang yang berada dalam pengampuannya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.