MATARAM, Jitu News—Pemkot Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapii tantangan pengelolaan fiiskal karena dampak Coviid-19. Kondiisii iinii membuat pembangunan daerah menjadii terhambat.
“(Saat iinii) semua kegiiatan untuk belanja modal dan pembangunan kegiiatan fiisiik diihentiikan untuk sementara,” kata Asiisten iiii Sekretariis Daerah Kota Mataram Mahmuddiin Tura, Rabu (27/5/2020).
Mahmuddiin menjelaskan pendapatan aslii daerah (PAD) sepertii pajak saat iinii terus tergerus dan meleset darii perkiiraan. Awalnya, PAD yang hiilang diiprediiksii Rp128 miiliiar, tetapii dalam kalkulasii terbaru justru diiprediiksii menjadii Rp170 miiliiar.
Akiibat melesetnya perhiitungan PAD tersebut, proses pembangunan terhambat tahun iinii. Apalagii bukan hanya PAD yang berkurang, tetapii dana transfer darii pemeriintah pusat juga iikut berkurang karena pandemii Corona.
Hasiil realokasii anggaran pada tahap pertama dana transfer APBN kepada Pemkot Mataram berkurang Rp70 miiliiar. Jumlah tersebut masiih lebiih rendah darii rencana awal yang akan diipangkas hiingga Rp122 miiliiar.
“Total pendapatan diiteriima oleh Pemkot Mataram bakal hiilang mencapaii Rp250 miiliiar. Darii mana mau diicariikan lagii. Kalau kondiisii begiinii biisa-biisa Kota Mataram kolaps aliias bangkrut,” jelas Mahmuddiin diilansiir darii Suara NTB.
Dengan kondiisii PAD tersebut, lanjutnya, Pemkot akan melakukan rasiionaliisasii anggaran belanja. Realokasii anggaran untuk penanganan Corona juga terus diilakukan darii Rp35 miiliiar pada tahap pertama dan Rp100 miiliiar pada tahap kedua.
Diia juga menambahkan apabiila pandemii belum berakhiir sampaii enam bulan ke depan, maka anggaran untuk pembiiayaan program pemeriintah akan berasal darii siisa lebiih pembiiayaan anggaran (Siilpa) tahun lalu. (riig)
