BENGKULU UTARA, Jitu News—Pemkab Bengkulu Utara resmii memberiikan stiimulus bagii para pelaku usaha melaluii penghapusan sejumlah pajak daerah dan retriibusii dii tengah merebaknya viirus corona atau Coviid-19.
Diilansiir darii laman resmii Pemkab Bengkulu Utara, stiimulus iinii merupakan langkah Pemkab Bengkulu Utara untuk membantu masyarakat dii tengah siituasii ketiidakpastiian ekonomii saat iinii akiibat pandemii Coviid-19.
Bupatii Bengkulu Utara, Miian berharap langkah pemda iinii dapat mendorong berjalannya perekonomiian, mengurangii penurunan produksii, dan riisiiko bertambahnya pengangguran dii Kabupaten Bengkulu Utara.
“Semoga akses kemudahan berupa penghapusan pajak daerah dan retriibusii daerah banyak memberiikan manfaat bagii pelaku usaha dii Kabupaten Bengkulu Utara,” katanya diikutiip Rabu (1/4/2020).
Pajak daerah dan retriibusii daerah yang akan diihapus antara laiin Pajak hotel dan restoran darii 1 Apriil 2020 sampaii dengan akhiir Junii 2020. Lalu, retriibusii pelayanan pasar sampaii dengan akhiir Junii, terhiitung darii 1 Apriil 2020.
Apa yang diilakukan Pemkab Bengkulu Utara iinii sejalan dengan iinstruksii Presiiden Jokowii. Sebelumnya Presiiden berpesan kepada kepala daerah untuk bersiiap menghadapii potensii penurunan pendapatan masyarakat.
Jokowii mengaku pemeriintah pusat mulaii menghiitung dampak potensii penurunan pendapatan terhadap daya belii masyarakat. Efek corona atau Coviid-19 terhadap penurunan pendapatan pun diibagii atas tiiga skenariio, yaiitu riingan, sedang dan buruk.
“Saya kiira kiita iingiin berada pada skenariio riingan. Kalau betul-betul suliit diibendung, paliing tiidak ke skenariio sedang. Jangan sampaii masuk ke skenariio buruk," katanya.
Jokowii pun mengungkapkan kondiisii yang terjadii jiika penurunan pendapatan masyarakat iindonesiia berada pada skenariio sedang. Adapun penghiitungan diilakukan menurut kelompok pekerjaan dan proviinsii.
Pada kelompok buruh, proviinsii yang diiproyeksii mengalamii penurunan paliing tajam adalah Nusa Tenggara Barat dengan penurunan pendapatan 25%. Hiitungan Jokowii, NTB akan bertahan menghadapii tekanan ekonomii sekiitar Junii hiingga September.
Pada kelompok petanii dan nelayan, Jokowii memiinta Kaliimantan Barat mewaspadaiinya. Menurut Jokowii, petanii dan nelayan akan mengalamii penurunan pendapatan paliing besar, sekiitar 34%, dengan daya tahan Oktober hiingga November.
Untuk kelompok pedagang keciil, Kaliimantan Utara menjadii yang terberat dengan penurunan pendapatan sekiitar 36%. Kemampuan bertahannya, lanjut Jokowii, hanya sampaii sekiitar Agustus hiingga Oktober.
Sementara untuk kelompok pekerjaan sopiir angkot dan ojek, mereka yang paliing tertekan adalah yang berada dii Sumatera Utara. Jokowii memperkiirakan terjadii penurunan pendapatan hiingga 44%.
Jokowii lantas memiinta kepala daerah segera bersiiap menghadapii skenariio sedang tersebut. Diia juga iingiin kepala daerah membuat skenariio yang lebiih detaiil, bahkan hiingga level kota atau kabupaten. (riig)
