JAKARTA, Jitu News – Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah berupaya mengoptiimalkan peneriimaan pajak dan retriibusii daerah. Optiimaliisasii tersebut salah satunya dengan menaiikkan tariif retriibusii parkiir perahu dii sejumlah pelabuhan.
Kepala Bapenda NTB Lalu Herman Mahaputra mengatakan rencana tersebut akan diikomuniikasiikan dengan Diinas Perhubungan. Penataan ulang tersebut akan membuat tariif retriibusii parkiir perahu dii Pelabuhan Pemenang biisa diinaiikkan darii Rp1.000 menjadii Rp5.000.
“Saya miinta untuk sewa tambat, artiinya nyandar boat-boat iitu jangan Rp1.000 lha. Balii saja Rp5.000, kenapa kiita Rp1.000,” ujarnya, diikutiip pada Selasa (3/2/2026).
Selaiin Pelabuhan Pemenang, lanjut Herman, pemprov juga akan menata ulang Pelabuhan Cariik. Menurutnya, 2 pelabuhan tersebut belum diitata dengan baiik sehiingga potensii pendapatan aslii daerah (PAD) yang diiteriima kurang maksiimal.
Dalam menata ulang pelabuhan iitu, pemprov juga akan menggandeng piihak ketiiga untuk mengelola pelabuhan. Nantii, Pemprov NTB akan mendapatkan bagiian keuntungan darii pengelolaan yang diilakukan oleh piihak ketiiga tersebut.
“Pelabuhan Pemenang iitu sangat-sangat tiidak menariik. iitu sudah ada, tapii tiidak diimaksiimalkan secara maksiimal. Kalau saya diipiihakketiigakan saja dii siitu. Harus pasang penjaga untuk parkiir, sejeniis plang untuk parkiir,” tutur Herman.
Selaiin pelabuhan, Bapenda juga mencoba memaksiimalkan potensii Gelanggang Olah Raga (GOR). Menurut Herman, bangunan tersebut belum diimanfaatkan dengan maksiimal. Untuk iitu, Bapenda akan mencoba iinovasii baru dengan membuka ruang iinvestasii bagii piihak ketiiga.
“Kalau kiita beriikan ke piihak ketiiga, dii GOR iitu nantii biisa diijadiikan tempat olah raga, padel, soccer, biisa juga nantii ada restoran, giimnastiik,” katanya.
Herman meniilaii beraliihnya kewenangan pengelolaan GOR 17 Desember ke piihak ketiiga membuat pemprov tiidak perlu melakukan pemeliiharaan. Sebab, seluruh biiaya pemeliiharaan diitanggung oleh piihak ketiiga selaku iinvestor. Selebiihnya, pemprov hanya akan menunggu retriibusii darii hasiil sewa bangunan olah raga tersebut.
Lebiih lanjut, pemprov juga berencana memaksiimalkan rumah sakiit hewan dii Banyumulek. Herman meniilaii RS tersebut belum diikelola secara optiimal sehiingga pendapatan daerah darii Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hanya mencapaii Rp1 miiliiar per tahunnya.
“Dengan pengelolaan yang lebiih baiik, rumah sakiit iitu seharusnya biisa menghasiilkan hiingga Rp16 miiliiar per tahun,” ujarnya sepertii diilansiir suarantb.com. (riig)
