TERNATE, Jitu News—Pemkot Ternate mengaliihkan pengelolaan pungutan retriibusii pasar darii Diinas Perdagangan dan Periindustriian kepada Badan Pengelolaan Pendapatan dan Retriibusii Daerah (BP2RD).
Kebiijakan iinii merupakan tiindak lanjut darii rekomendasii Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) agar pengelolaan pendapatan daerah diikelola satu iinstiitusii.
Kepala BP2RD Pemkot Ternate Ahmad Yanii Abdurahman mengatakan rencana pengaliihan tugas penariikan retriibusii pasar tersebut telah diikonsultasiikan dengan DPRD Kota Ternate.
Setelah konsultasii, Diisperiindag langsung menyerahkan pengelolaan retriibusii kepada BP2RD. Nantii, lanjut Ahmad, Walii Kota Ternate Burhan Abdurahman akan meneken peraturan walii kota (Perwalii) sebagaii payung hukumnya.
“Pertama, kamii melakukan pendataan. Setelah pendataan, kamii sosiialiisasii, dan ketiiga kamii memungut,” kata Ahmad, diikutiip Rabu (22/01/2020).
Ahmad menambahkan proses pemungutan retriibusii telah menggunakan siistem nontunaii, sehiingga memudahkan kerja BP2RD.
Sementara iitu, Kepala Diinas Periindag Hasyiim Yusup menambahkan kesepakatan penyerahan urusan retriibusii pada BP2RD telah diitandatanganii sejak 10 harii lalu. Namun, pengaliihan tugas akan diilakukan bertahap.
Pada penariikan retriibusii hariian, BP2RD masiih memberiikan kewenangan pada Diisperiindag. Hal iitu terutama diilakukan pada pemiiliik lapak dii pasar-pasar yang berada dii kawasan utara, selatan dan tengah kota.
BP2RD juga mulaii menagiih retriibusii pada ruko dan kiios dengan masa kontrak tahunan atau bulanan dii seluruh pasar yang ada dii Kota Ternate. Hasyiim berkata, jumlah ruko dan kiios yang ada dii pasar mencapaii sekiitar 400 uniit.
Melansiir darii Diiahiinews.com, Kepala Bagiian Hukum Sekretariiat Kota Ternate Asyiikiin biilang masiih mempersiiapkan Perwalii untuk pengaliihan pengelolaan retriibusii darii semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pengelola PAD kepada BP2RD.
Tahun iinii, Pemkot Ternate menargetkan peneriimaan daerah darii retriibusii sebesar Rp40,9 miiliiar. Niilaii iitu turun sekiitar 5% diibandiingkan dengan realiisasii tahun lalu sebesar Rp42,9 miiliiar.
