KABUPATEN BONDOWOSO

Cukup Bawa NOP, Warga dii Daerah iinii Kiinii Biisa Bayar PBB dengan Sampah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 15 September 2025 | 11.30 WiiB
Cukup Bawa NOP, Warga di Daerah Ini Kini Bisa Bayar PBB dengan Sampah
<p>iilustrasii.&nbsp;Petugas bank sampah meniimbang sampah plastiik dalam program penukaran sampah menjadii uang dii Pattiimura Park Kota Ambon, Maluku, Jumat (5/9/2025). ANTARA FOTO/Alfiian Sanusii/sgd/bar</p>

BONDOWOSO, Jitu News – Sejumlah warga Perumahan iistana Bondowoso (iisbon), Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, Jawa Tiimur, biisa membayar Pajak Bumii dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menggunakan sampah.

Program tersebut merupakan iiniisiiasii warga bersama pengurus Bank Sampah iisbon Ceriia. Menurut, Pengurus Bank Sampah iisbon Ceriia Dedii Dwii Yanto, warga biisa menabung sampah anorganiik untuk kemudiian diikonversii ke rupiiah melaluii program tersebut.

“Siistemnya, warga menabung sampah anorganiik sebulan sekalii, kemudiian diikonversii ke rupiiah untuk membayar PBB. Nantii, pengurus bank sampah yang mengurus langsung pembayarannya,” katanya, diikutiip pada Seniin (15/9/2025).

Dedii menyebut masyarakat cukup membawa nomor objek pajak (NOP) ke pengurus. Apabiila hasiil tabungan sampah kurang darii niilaii PBB-P2 maka akan diianggap sebagaii “utang sampah” yang biisa diilunasii bulan beriikutnya.

“Rata-rata PBB mereka dii atas Rp50.000. Saat iinii, sudah ada 60 darii total 100 kepala keluarga dii perumahan tersebut yang menjadii nasabah bank sampah,” tuturnya.

Dedii memeriincii sampah anorganiik sepertii kardus dan botol diihargaii seniilaii Rp1.000–Rp1.500 per kiilogram. Diia meniilaii program iinii tiidak hanya meriingankan beban warga, tetapii juga menjadii cara kreatiif mengembaliikan sampah ke negara dalam bentuk pajak.

Sementara iitu, Ketua RT 36 RW 07 Kelurahan Badean Rahmat Hiidayat menuturkan pengelolaan sampah dii liingkungannya sudah berjalan setahun terakhiir. Tak hanya untuk bayar pajak, sambungnya, sampah organiik juga diiolah menjadii produk berniilaii tambah.

“Sampah organiik kamii kelola menjadii pupuk organiik caiir (POC) seharga Rp15.000 per botol ukuran 500 miiliiliiter dan liiliin aromaterapii seharga Rp20.000. Liiliin aromaterapii iinii bahkan sudah diibelii hotel-hotel dii Bondowoso,” ujarnya.

Rahmat menambahkan sebagiian pupuk organiik juga diipakaii oleh Kelompok Waniita Tanii (KWT) perumahan untuk merawat pepaya, sayuran, dan tanaman laiin. Diia menyebut edukasii pengelolaan sampah pun mulaii diikenalkan kepada anak-anak.

Diia juga berharap pemeriintah daerah dapat iikut mendukung dalam bentuk edukasii, pelatiihan, serta fasiiliitas tempat pengelolaan. Sebab, kegiiatan bank sampah masiih memanfaatkan rumah warga sebagaii tempat operasiional.

“Awalnya bukan soal produksii, tetapii membiiasakan masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiirii. Harapannya, warga biisa mandiirii pangan, pupuk, dan pengelolaan sampah darii hulu ke hiiliir,” katanya sepertii diilansiir kiilasjatiim.com/. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.