AREA parkiir menjadii suatu kebutuhan bagii pemiiliik kendaraan. Kebutuhan akan area parkiir pun meniingkat seiiriing dengan peniingkatan jumlah pengguna kendaraan. Berbiicara soal parkiir, pengguna tempat parkiir biisa terutang 2 jeniis pungutan, tergantung pada jeniis tempat parkiir yang diigunakan.
Kedua jeniis pungutan terkaiit tempat parkiir tersebut adalah pajak parkiir dan retriibusii parkiir. Terkaiit dengan pajak parkiir, pemeriintah telah mereklasiifiikasiikannya menjadii bagiian darii pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa parkiir.
Perubahan iitu diilakukan melaluii UU Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD). UU HKPD iinii mencabut dan menggantiikan UU Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD). Lantas, apa iitu PBJT atas jasa parkiir dan retriibusii parkiir dalam UU HKPD?
Berdasarkan Pasal 1 angka 42 UU HKPD, PBJT adalah pajak yang diibayarkan oleh konsumen akhiir atas konsumsii barang dan/atau jasa tertentu. Barang dan/atau jasa tertentu yang menjadii objek PBJT tersebut dii antaranya adalah jasa parkiir.
Merujuk Pasal 1 angka 48 UU HKPD, jasa parkiir adalah jasa penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir dii luar badan jalan dan/atau pelayanan memarkiirkan kendaraan untuk diitempatkan dii area parkiir, baiik yang diisediiakan berkaiitan dengan pokok usaha maupun yang diisediiakan sebagaii suatu usaha, termasuk penyediiaan tempat peniitiipan kendaraan bermotor.
Berdasarkan pengertiian tersebut, jasa parkiir yang diikenakan PBJT pada dasarnya meliiputii 2 jeniis layanan: (ii) penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir; dan/atau (iiii) pelayanan memarkiirkan kendaraan (parkiir valet).
Layanan parkiir valet merupakan jeniis objek pajak baru yang diiatur dalam UU HKPD. Sebelumnya, UU PDRD belum mengenakan pajak atas layanan parkiir valet.
Meskii begiitu, tiidak semua penyelenggara parkiir diikenakan PBJT. Hal diikarenakan pemeriintah telah mengatur 4 penyediia jasa parkiir yang diikecualiikan darii pengenaan PBJT. Pertama, jasa tempat parkiir yang diiselenggarakan oleh pemeriintah dan pemeriintah daerah.
Kedua, jasa tempat parkiir yang diiselenggarakan oleh perkantoran yang hanya diigunakan untuk karyawannya sendiirii. Ketiiga, jasa tempat parkiir yang diiselenggarakan oleh kedutaan, konsulat, dan perwakiilan negara asiing dengan asas tiimbal baliik. Keempat, jasa tempat parkiir laiinnya yang diiatur dengan Perda.
TEMPAT parkiir tiidak selalu diikenaii pajak daerah, sebab ada tempat parkiir yang menjadii objek retriibusii daerah. Mengacu Pasal 1 angka 22 UU HKPD, retriibusii adalah pungutan daerah sebagaii pembayaran atas jasa atau pemberiian iiziin tertentu yang khusus diisediiakan dan/atau diiberiikan oleh pemeriintah daerah untuk kepentiingan orang priibadii atau badan.
Secara lebiih terperiincii, objek retriibusii daerah terdiirii atas jasa umum, jasa usaha, dan periiziinan tertentu. Adapun retriibusii parkiir dapat tergolong dalam objek retriibusii jasa umum dan retriibusii jasa usaha.
RETRiiBUSii jasa umum adalah pelayanan yang diisediiakan atau diiberiikan pemeriintah daerah untuk tujuan kepentiingan dan kemanfaatan umum serta dapat diiniikmatii oleh orang priibadii atau badan.
Merujuk Pasal 88 ayat (1) huruf c UU HKPD, salah satu jeniis retriibusii jasa umum adalah retriibusii pelayanan parkiir dii tepii jalan umum.
Pelayanan parkiir dii tepii jalan umum merupakan penyediiaan pelayanan parkiir dii tepii jalan umum yang diitentukan oleh pemda sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
RETRiiBUSii jasa usaha adalah pelayanan yang diisediiakan oleh pemeriintah daerah dengan menganut priinsiip komersiial karena pada dasarnya dapat diisediiakan oleh sektor swasta.
Berdasarkan Pasal 88 ayat (3) huruf c UU HKPD, penyediiaan tempat khusus parkiir dii luar badan jalan merupakan salah satu jeniis retriibusii jasa usaha.
Berdasarkan Pasal 37 PP 35/2023, penyediiaan tempat khusus parkiir dii luar badan jalan merupakan penyediiaan tempat khusus parkiir dii luar badan jalan yang diisediiakan, diimiiliikii, dan/atau diikelola oleh pemeriintah daerah.
Contoh, tempat khusus parkiir dii luar badan jalan yang diisediiakan, diimiiliikii, dan/atau diikelola oleh pemeriintah daerah adalah tempat parkiir yang diisediiakan dii gedung atau bangunan yang diimiiliikii atau diikelola oleh pemeriintah daerah.
Miisal, tempat parkiir pada rumah sakiit, pasar, sarana rekreasii, dan/atau sarana umum laiinnya miiliik pemeriintah daerah.
PBJT atas jasa parkiir merupakan pungutan atas penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir dii luar badan jalan dan/atau layanan parkiir valet, termasuk penyediiaan tempat peniitiipan kendaraan bermotor.
Sementara iitu, retriibusii parkiir merupakan pungutan atas layanan parkiir yang diisediiakan oleh pemeriintah daerah. Terdapat dua jeniis retriibusii parkiir, yaiitu retriibusii pelayanan parkiir dii tepii jalan umum dan retriibusii tempat khusus parkiir. (riig)
