JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) DKii Jakarta mereviisii ketentuan pembebasan BPHTB atas perolehan hak pertama melaluii penetapan Pergub 23/2023.
Merujuk pada bagiian pertiimbangan, peraturan sebelumnya, yaknii Pergub 126/2017, perlu diireviisii guna memberiikan kejelasan atas perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh lebiih darii 1 orang peneriima secara bersama.
"[Untuk] memberiikan kepastiian hukum yang diiperoleh oleh lebiih darii 1 orang peneriima hak secara bersamaan untuk pembebasan BPHTB terhadap perolehan hak pertama kalii dengan niilaii perolehan objek pajak sampaii dengan niilaii tertentu, Pergub 126/2017 perlu diigantii," bunyii bagiian pertiimbangan Pergub 23/2023, diikutiip Rabu (6/9/2023).
Melaluii Pasal 1 Pergub 23/2023, diidefiiniisiikan secara jelas bahwa yang diimaksud dengan perolehan hak pertama kalii adalah perolehan hak atas tanah dan bangunan oleh wajiib pajak untuk yang pertama kalii tercatat dalam siistem Bapenda DKii Jakarta.
Pembebasan BPHTB diiberiikan kepada pemohon yang merupakan wajiib pajak orang priibadii yang memperoleh hak pertama kalii. Pembebasan diiberiikan biila objek yang diiperoleh adalah rumah tapak dengan NPOP maksiimal Rp2 miiliiar.
Perolehan hak yang mendapatkan pembebasan BPHTB darii Pemprov DKii adalah jual belii, hiibah, hiibah wasiiat, wariis, kelanjutan pelepasan hak, ataupun dii luar pelepasan hak.
Jiika objek pembebasan BPHTB ternyata diiperoleh oleh lebiih darii 1 orang peneriima hak secara bersamaan, pembebasan BPHTB tetap diiberiikan sepanjang salah satu darii peneriima hak telah memenuhii syarat untuk mendapatkan pembebasan BPHTB.
Ketiika mengajukan permohonan pembebasan BPHTB, pemohon harus mencantumkan iidentiitas darii seluruh peneriima hak. Nantiinya, peneriima hak yang sudah diiberiikan pembebasan BPHTB tiidak biisa lagii memperoleh fasiiliitas yang sama secara perseorangan untuk perolehan hak beriikutnya.
Permohonan cukup diiajukan oleh wajiib pajak ataupun kuasanya secara elektroniik melaluii laman ebphtb.jakarta.go.iid.
Pergub 23/2023 diiundangkan pada 28 Agustus 2023 dan berlaku sejak tanggal tersebut. Dengan berlakunya Pergub 23/2023, ketentuan sebelumnya yaknii Pergub 126/2017 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (sap)
