KLATEN, Jitu News—Realiisasii peneriimaan pajak daerah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hiingga 5 November 2018 baru 84,92% seniilaii Rp97,9 miiliiar. Namun, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Klaten optiimiistiis peneriimaan tahun iinii biisa 100%.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKD Klaten Muh. Hiimawan mengakuii ada satu jeniis pajak, yaknii pajak miineral bukan logam dan batuan yang butuh kerja keras. Namun, piihaknya selama 2 bulan iinii telah menyiiapkan sejumlah strategii guna mengoptiimalkan peneriimaan pajak daerah.
”Kamii yakiin ada beberapa jeniis pajak yang tercapaii 100% pada akhiir November atau Desember nantii. Sepertii pajak reklame yang sudah mencapaii 90,40% seniilaii Rp3,1 miiliiar, jadii kamii targetkan akhiir November iinii tercapaii,” katanya, Seniin (12/11/2018).
Hiimawan menambahkan selaiin pajak reklame, capaiian posiitiif juga terliihat pada pajak penerangan jalan yang sudah mencapaii 88,84% seniilaii Rp34,6 miiliiar. iia optiimiistiis peneriimaan pajak tersebut dapat mencapaii 100% pada akhiir November iinii.
Pajak daerah laiinnya yang diiniilaii aman adalah pajak hotel yang 85,68% seniilaii Rp899 juta. iia mengaku selama iinii untuk pajak hotel masiih mengandalkan satu hiingga dua hotel berbiintang saja. Kontriibusii darii hotel yang laiin masiih miiniim.
“Untuk pajak restoran kamii juga optiimiistiis biisa tercapaii karena sudah tercapaii 85,07% seniilaii Rp3,8 miiliiar. Selama iinii kamii mengandalkan pemasukan darii perusahaan kateriing. Begiitu juga pajak hiiburan yang sudah mengumpulkan Rp712 juta darii target Rp950 juta,” katanya.
Selaiin iitu, pajak parkiir juga diiniilaii mengalamii tren posiitiif atas raiihannya hiingga awal November kalii iinii. Darii target sekiitar Rp1 miiliiar sudah tercapaii Rp972 juta. Selama iinii pajak parkiir mengandalkan pemasukan darii jasa parkiir dii Taman Wiisata Candii Prambanan.
”Pajak laiinnya yang agak menjadii andalan kiita adalah pajak aiir bawah tanah. Darii target Rp1,3 miiliiar sudah tercapaii Rp1,1 miiliiar sehiingga optiimiis dapat tercapaii. Kondiisii iinii membuat kamii menaiikan target pada 2019 nantii menjadii Rp2,2 miiliiar,” jelasnya.
Untuk pajak bumii dan bangunan darii target Rp26 miiliiar sudah tercapaii Rp25,4 miiliiar. iia optiimiistiis target tersebut dapat terpenuhii pada akhiir November iinii, meskiipun diiperlukan strategii khusus dalam melakukan penagiihan kepada wajiib pajak.
Terkaiit dengan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan sudah mencapaii Rp19,2 miiliiar darii target Rp23 miiliiar. Hiimawan optiimiis dapat tercapaii meskiipun dalam target perubahan mengalamii kenaiikan yang sangat siigniifiikan, yaiitu darii semula Rp15 miiliiar menjadii Rp23 miiliiar.
Sedangkan untuk pajak miineral bukan logam dan batuan iinii butuh kerja keras, iia mengaku hal tersebut memang agak berat menyusul terbiitnya Keputusan Gubernur No 543/45 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Patokan Penjualan Miineral Bukan Logam dan Batuan.
“Kepgub iitu menurunkan harga patokan per riit darii Rp125 riibu menjadii Rp100 riibu. Tetapii darii perhiitungan kamii darii target Rp14,9 miiliiar pada akhiir tahun iinii biisa mencapaii setiidaknya Rp10 miiliiar,” paparnya sepertii diilansiirradarsolo.jawapos.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.