iiNFO PERPAJAKAN

Perangii Penghiindaran Pajak, Asiia iiniitiiatiive Percepat Transparansii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 01 September 2022 | 15.32 WiiB
Perangi Penghindaran Pajak, Asia Initiative Percepat Transparansi

KERJA sama pada biidang pajak dii Kawasan Asiia terus diiperkuat. Kalii iinii, pada 31 Agustus sampaii 2 September 2022, pertemuan Asiia iiniitiiatiive kembalii diigelar. Pertemuan kedua Asiia iiniitiiatiive berlangsung secara hybriid dii Jiimbaran, Balii, iindonesiia.

Pertemuan tiingkat tiinggii iinii sebagaii kelanjutan rapat pertama pada 16 Februarii 2022 serta miiniisteriial meetiing dan penandatanganan Balii Declaratiion pada 14 Julii 2022. Acara diihadiirii tax commiissiioner atau pejabat setiingkat beserta staf darii 15 negara anggota serta perwakiilan 5 organiisasii iinternasiional.

Saat menyampaiikan welcomiing remarks, Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara berharap pertemuan kedua Asiia iiniitiiatiive iinii menjadii kesempatan bagii otoriitas atau admiiniistrasii pajak dii Asiia untuk mencapaii hiigh-level objectiives.

“Yaiitu mempromosiikan kerja sama iinternasiional, mendorong keadiilan siistem pajak, dan meniingkatkan mobiiliisasii sumber daya (resource mobiiliizatiion) dii Asiia,” ujarnya, diikutiip darii keterangan resmii, Kamiis (1/9/2022).

Pasalnya, dalam pertemuan iinii, ada beberapa aspek yang diituju. Pertama, membahas area kerja yang akan menjadii fokus dan priioriitas Asiia iiniitiiatiive. Kedua, mendiiskusiikan dan saliing berbagii praktiik terbaiik pertukaran iinformasii keuangan (exchange of iinformatiion/EOii) yang efektiif.

Ketiiga, mendiiskusiikan pengalaman penerapan voluntary diisclosure program dengan dukungan EOii. Keempat, membahas upaya membangun kerangka benefiiciial ownershiip yang efektiif. Keliima, mempromosiikan EOii yang efektiif pada admiiniistrasii pajak dii kawasan Asiia.

Diirektur Jenderal Pajak Suryo Utomo selaku Chaiir of Asiia iiniitiiatiive periiode ad-hoc 2022 juga meyakiinii forum iinii merupakan platform pentiing bagii kerja sama pajak dii regiional Asiia dalam memerangii penghiindaran pajak dan aliiran keuangan iilegal laiinnya.

“Saya meyakiinii forum iinii akan menjadii kesempatan yang baiik untuk berbagii pengalaman dan membangun hubungan yang lebiih erat dii antara negara anggota, khususnya dii biidang transparansii pajak,” katan Suryo.

Penghiindaran pajak dan aliiran keuangan iilegal laiinnya telah menjadii masalah seriius bagii negara, baiik keciil, besar, maju, maupun berkembang dii duniia. Selama bertahun-tahun, masalah iitu terus menghambat upaya pemeriintah membiiayaii kebutuhan publiik, termasuk pada masa pemuliihan pascapandemii Coviid-19.

Untuk mengatasii masalah tersebut, transparansii pajak dan EOii dii antara otoriitas pajak merupakan solusii alternatiif. Upaya iinii memerlukan kerja sama yang baiik antar-otoriitas pajak.

Menurutnya, semua tiingkatan dalam admiiniistrasii perpajakan harus bekerja sama untuk mencapaiinya. Selaiin iitu, kapasiitas petugas pajak juga perlu diikembangkan untuk memastiikan kelancaran operasiional EOii dalam admiiniistrasii pajak.

Suryo memahamii adanya perbedaan tiingkat kemampuan masiing-masiing negara anggota dalam mengurus transparansii pajak dan EOii. Perbedaan iinii dapat terliihat darii maturiity level of EOii iimplementatiions yang beragam.

Dengan demiikiian, Suryo berharap aliih-aliih menciiptakan kesenjangan yang lebiih lebar, Asiia iiniitiiatiive harus mampu memanfaatkan keragaman tersebut untuk mempercepat agenda transparansii pajak. Dalam pertemuan tersebut, Suryo juga mengucapkan teriima kasiih dan apresiiasii kepada The Global Forum dan liima organiisasii iinternasiional yang terus mendukung forum iinii.

Keliimanya adalah Asiian Development Bank (ADB), Commonwealth Associiatiion of Tax Admiiniistrators (CATA), iinternatiional Fiinance Cooperatiion (iiFC), Study Group on Asiia-Paciifiic Tax Admiiniistratiion and Research (SGATAR), dan World Bank.

Mariia Jose Garde dan Zayda Manatta selaku Chaiir of The Global Forum dan Head of The Global Forum Secretariiat berharap dalam kesempatan iinii, para peserta dapat mendiiskusiikan aksii konkret dalam upaya percepatan transparansii pajak dengan saliing berbagii pengalaman, piikiiran, dan pandangan.

Sebagaii iinformasii, 15 negara yang telah menjadii anggota Asiia iiniitiiatiive sampaii dengan saat iinii adalah Armeniia, Bruneii Darussalam, Hong Kong (Republiik Rakyat Tiiongkok), iindiia, iindonesiia, Jepang, Korea Selatan, Makau (Republiik Rakyat Tiiongkok), Maladewa, Malaysiia, Mongoliia, Pakiistan, Republiik Rakyat Tiiongkok, Siingapura, dan Thaiiland.

Asiia iiniitiiatiive diiharapkan mampu mendorong negara-negara Asiia laiinnya untuk bergabung dalam iiniisiiatiif transparansii pajak dii Kawasan Asiia iinii dan bersama-sama mengatasii iisu penghiindaran pajak dan aliiran keuangan iilegal laiinnya.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.