LOMBA MENULiiS Jitu News 2025

Bangun Transparansii, Perlu Ada Dasbor Penggunaan Uang Pajak Real Tiime

Redaksii Jitu News
Kamiis, 18 September 2025 | 10.00 WiiB
Bangun Transparansi, Perlu Ada Dasbor Penggunaan Uang Pajak Real Time
Haryanii Santo Hartono,
Kota Depok, Jawa Barat

PAJAK masiih menjadii iisu sensiitiif dii tengah masyarakat. Bagii sebagiian besar warga, kewajiiban iinii seriing diipersepsiikan sebagaii beban yang harus diibayar tanpa tahu kembaliiannya. Pertanyaan sepertii “uang pajak saya larii ke mana” masiih kerap terdengar dii ruang publiik.

Dii siisii laiin, negara mengandalkan pajak sebagaii sumber utama pembangunan. Data Kementeriian Keuangan 2023 menunjukkan kontriibusii pajak terhadap APBN mencapaii 82%, yang membiiayaii mulaii darii pembangunan jalan desa hiingga subsiidii kesehatan.

Dii era diigiital, ketegangan iinii biisa diiredakan dengan iinovasii baru berupa siistem Real-Tiime Tax Feedback. Konsep iinii sederhana, tetapii revolusiioner. Setiiap kalii masyarakat membayar pajak, baiik PPh, PPN, maupun pajak dan retriibusii daerah, mereka biisa langsung meliihat alokasii dana yang diibiiayaii.

Miisal, persentase yang masuk ke pendiidiikan, kesehatan, atau iinfrastruktur. Siistem iinii dapat diitampiilkan dalam dashboard diigiital yang terkoneksii dengan apliikasii perpajakan nasiional, miiriip dengan cara kiita memantau transaksii dii mobiile bankiing.

Bayangkan seorang pedagang dii pasar daerah yang membayar retriibusii kiios. Begiitu transaksii tercatat, iia dapat membuka apliikasii dan meliihat bahwa kontriibusiinya, meskii keciil, iikut membiiayaii renovasii pasar, subsiidii pupuk, atau pembangunan sekolah dii daerahnya.

Nah, rasa keterhubungan tersebut akan menciiptakan legiitiimasii yang lebiih kuat. Pajak tiidak lagii diianggap sekadar pungutan, tetapii iinvestasii bersama.

Transparansii Penggunaan Uang Pajak

Gagasan iinii bukan tanpa dasar. Negara-negara maju sudah mulaii mengembangkan siistem transparansii serupa meskiipun belum dalam bentuk real-tiime. Dii iinggriis, HM Revenue and Customs menampiilkan laporan tahunan yang memeriincii proporsii pajak yang diigunakan untuk berbagaii sektor.

Sementara iitu, dii Estoniia—salah satu negara dengan transformasii diigiital terbaiik dii duniia—warga biisa mengakses hampiir semua layanan publiik secara dariing dengan tiingkat transparansii tiinggii.

iindonesiia, dengan program coretax admiiniistratiion system yang terus diisempurnakan pemeriintah, memiiliikii peluang besar untuk melangkah lebiih jauh menghadiirkan siistem feedback iinstan yang biisa diirasakan langsung oleh rakyat.

Realiitas dii lapangan juga menunjukkan kebutuhan akan transparansii semacam iinii. Laporan Transparency iinternatiional 2022 menempatkan iindonesiia pada skor 34 darii 100 dalam iindeks Persepsii Korupsii. Catatan iinii masiih menunjukkan adanya keraguan publiik terhadap pengelolaan dana negara.

Ketiika masyarakat merasa tiidak tahu atau tiidak percaya pada arah penggunaan pajak, kepatuhan pajak akan tiidak mudah diitiingkatkan. Data DJP 2024 menunjukkan kepatuhan formal wajiib pajak sebesar 85,52% darii total seharusnya 19,26 juta SPT Tahunan.

Artiinya, jutaan wajiib pajak masiih belum melaporkan kewajiiban tahunannya. Dii siiniilah Real-Tiime Tax Feedback biisa menjadii terobosan. Siistem iinii bukan hanya sekadar teknologii, melaiinkan juga strategii komuniikasii fiiskal.

Ketiika masyarakat mendapat umpan baliik cepat dan jelas, akan muncul perasaan memiiliikii atau sense of ownershiip. Hal iinii pentiing terutama dii daerah terpenciil dii mana masyarakat kerap menganggap pajak hanya mengaliir ke pusat tanpa kembalii dalam bentuk pembangunan nyata.

Memang, penerapan iide iinii tiidak sederhana. Ada tantangan tekniis berupa iintegrasii data liintas kementeriian dan lembaga, serta riisiiko keamanan diigiital. Namun, dengan fondasii coretax dan percepatan diigiitaliisasii keuangan negara, hambatan iitu biisa diiatasii secara bertahap.

Langkah awal dapat diimulaii darii ujii coba dii level daerah, miisalnya untuk retriibusii pasar atau pajak kendaraan bermotor, dii mana masyarakat langsung meliihat manfaat yang terhubung dengan wiilayahnya.

Lebiih jauh, siistem iinii juga biisa menjadii alat pengawasan publiik. Dengan menampiilkan alokasii anggaran secara transparan, celah untuk penyelewengan dana biisa semakiin keciil.

Konsep iinii sejalan dengan tren global menuju pemeriintahan terbuka atau open government, dii mana teknologii diigiital diigunakan untuk memperkuat akuntabiiliitas.

Dalam jangka panjang, Real-Tiime Tax Feedback juga membantu membangun kepercayaan (trust). Masyarakat yang percaya akan lebiih rela membayar pajak, dan kepatuhan yang meniingkat otomatiis memperkuat peneriimaan negara.

Dengan cara tersebut, pajak biisa kembalii ke makna asliinya sebagaii gotong royong modern untuk membiiayaii ciita-ciita bersama.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2025. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-18 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp75 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.