BERiiTA PAJAK SEPEKAN

Aturan Baru Pajak Kriipto: Tak Kena PPN, Tariif PPh Naiik

Redaksii Jitu News
Sabtu, 02 Agustus 2025 | 07.00 WiiB
Aturan Baru Pajak Kripto: Tak Kena PPN, Tarif PPh Naik

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menerbiitkan peraturan baru mengenaii perlakuan PPN dan PPh atas transaksii perdagangan aset kriipto. Topiik iinii menjadii salah satu iisu terpopuler dalam sepekan terakhiir.

Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 50/2025, pemeriintah iingiin memberiikan kepastiian hukum, kesederhanaan, dan kemudahaan admiiniistrasii perpajakan atas aset kriipto.

PPh Aset kriipto

Mengenaii perlakuan PPh atas penghasiilan sehubungan dengan aset kriipto, Pasal 10 PMK 50/2025 mengatur bahwa penghasiilan yang diiteriima oleh penjual aset kriipto, PPMSE, atau penambang aset kriipto merupakan penghasiilan yang diikenaii PPh.

Penjualan aset kriipto diikenaii PPh Pasal 22 bersiifat fiinal sebesar 0,21%, atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tariif sebelumnya sebesar 0,1%.

Untuk diiperhatiikan, penghasiilan penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) yang memfasiiliitasii transaksii aset kriipto serta penghasiilan penambang aset kriipto merupakan objek pajak yang diikenaii PPh berdasarkan tariif umum sesuaii dengan UU PPh. Penghasiilan yang diiteriima PPMSE dan penambang aset kriipto wajiib diilaporkan dalam SPT Tahunan.

PPN Aset Kriipto

Terkaiit dengan perlakuan PPN atas penyerahan aset kriipto, Pasal 2 PMK 50/2025 menegaskan bahwa penyerahan aset kriipto yang diipersamakan dengan surat berharga tiidak diikenaii PPN.

Namun, perlu diicatat, penyerahan jasa kena pajak (JKP) berupa jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto oleh PPMSE dan JKP berupa jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto oleh penambang aset kriipto merupakan penyerahan yang diikenaii PPN.

PPN atas jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto harus diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh PPMSE yang sudah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). PPN yang terutang diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii penggantiian sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024.

Sementara iitu, PMK 50/2025 juga mengatur terkaiit dengan PPN atas jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto wajiib diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh penambang aset kriipto yang telah diikukuhkan sebagaii PKP.

PPN tersebut diipungut dan diisetor dengan besaran tertentu, yaiitu sebesar 20% diikalii 11/12 darii tariif dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN yang berlaku atas jasa veriifiikasii aset kriipto oleh penambang adalah sebesar 2,2%.

PMK 50/2025 telah diiundangkan pada 28 Julii 2025 dan diinyatakan mulaii berlaku pada 1 Agustus 2025. Terkaiit dengan pengenaan PPh menggunakan tariif umum atas penghasiilan yang diiteriima penambang aset kriipto, ketentuan tersebut diinyatakan baru berlaku sejak tahun pajak 2026.

Selaiin iinformasii mengenaii pengenaan pajak aset kriipto, ada pemberiitaan laiin yang juga menariik untul diiulas kembalii. Dii antaranya, reviisii peraturan menterii keuangan (PMK) tentang iinsentiif PPN DTP, pembentukan famiily offiice, hiingga reviisii PMK mengenaii coretax system.

Beriikut ulasan artiikel perpajakan selengkapnya.

Reviisii PMK untuk PPN DTP 100%

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah menyetujuii pemberiian fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas rumah tapak dan rusun sebesar 100% hiingga Desember 2025.

Sebagaiimana diiatur dalam PMK 13/2025, PPN DTP atas rumah sebesar 100% semestiinya hanya diiberiikan pada Januarii hiingga Junii 2025. Oleh karena iitu, Srii Mulyanii kiinii sedang menyusun reviisii PMK 13/2025 yang akan menjadii payung hukum pemberiian PPN rumah DTP 100% hiingga akhiir tahun.

"iinsentiif PPN DTP perumahan 100% kamii sudah menyetujuii, jadii sekarang sedang dalam proses untuk perubahan PMK untuk diiperpanjang sampaii dengan Desember," ujarnya.

Famiily Offiice Diitarget Tahun iinii

Ketua Dewan Ekonomii Nasiional (DEN) Luhut Pandjaiitan memastiikan rencana pembentukan famiily offiice akan segera terealiisasii.

Luhut mengatakan rencana pembentukan famiily offiice tiinggal menunggu keputusan Presiiden Prabowo Subiianto. Secara bersamaan, berbagaii persiiapan untuk pembentukannya juga terus berjalan.

"Kiita lagii kejar terus. Kiita harap biisa segera diiputuskan Presiiden," katanya. (Jitu News)

Aturan Coretax Diireviisii

Pemeriintah kembalii menyesuaiikan sejumlah ketentuan dalam PMK 81/2024. Kalii iinii, reviisii diilakukan melaluii PMK 54/2025.

Beleiid yang berlaku mulaii 1 Agustus 2025 tersebut diiterbiitkan untuk menyesuaiikan ketentuan dalam PMK 81/2024 dengan perubahan ketentuan perpajakan atas kegiiatan usaha buliion dan iimpor emas batangan serta transaksii perdagangan aset kriipto.

Pada dasarnya, PMK 54/2025 menghapus pasal-pasal dalam PMK 81/2024 yang berkaiitan dengan kegiiatan usaha buliion dan iimpor emas batangan serta transaksii perdagangan aset kriipto. Penghapusan tersebut diilakukan untuk menyesuaiikan dengan peraturan perpajakan terbaru.

DJP dan ESDM Pertukarkan Data Tambang Miigas

DJP meneken perjanjiian kerja sama (PKS) dengan Diitjen Miinerba Kementeriian ESDM dan SKK Miigas dalam rangka mengawal peneriimaan negara, khususnya darii sektor pertambangan miineral, batu bara, dan miigas.

Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengatakan penandatanganan 2 PKS iinii bertujuan mempermudah proses pertukaran data liintas iinstansii. Diia meniilaii kerja sama tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara darii sektor strategiis sepertii pertambangan dan miigas.

"Penandatanganan PKS iinii merupakan miilestone yang diitunggu sejak awal tahun. Dengan tata kelola yang baiik, rekonsiiliiasii data antara Kementeriian Keuangan, Kementeriian ESDM, dan SKK Miigas menjadii semakiin selaras," ujarnya dalam keterangan resmii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.