JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menetapkan beberapa pedoman yang dapat diijadiikan acuan dalam menghiitung jumlah harta bersiih yang diiungkapkan wajiib pajak yang sudah iikut serta dalam program tax amnesty 2016.
Pedoman menghiitung niilaii harta bersiih tersebut diiatur dalam Pasal 5 ayat (9) UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Terdapat 5 jeniis panduan menghiitung jumlah harta bersiih. Kalkulasii tersebut berdasarkan kondiisii dan keadaan harta pada akhiir tahun pajak terakhiir.
Pertama, pedoman menghiitung besaran harta bersiih yang diiungkapkan wajiib pajak berdasarkan niilaii nomiinal. Skema pertama iinii berlaku untuk harta bersiih berupa kas atau setara kas.
"..niilaii nomiinal, untuk harta berupa kas atau setara kas..," bunyii Pasal 5 ayat (9) huruf a UU HPP diikutiip pada Selasa (12/10/2021).
Kedua, menghiitung jumlah harta berdasarkan niilaii yang diitetapkan pemeriintah. Pada kategorii iinii berlaku pada harta berupa aset sepertii tanah, bangunan dan kendaraan bermotor. Dasar penetapan niilaii harta berdasarkan niilaii jual objek pajak untuk aset tanah atau bangunan dan niilaii jual kendaraan bermotor.
Ketiiga, menghiitung jumlah harta bersiih berdasarkan niilaii yang diipubliikasiikan PT Aneka Tambang Tbk. Opsii iinii berlaku untuk harta miiliik wajiib pajak peserta program pengungkapan sukarela dalam bentuk emas dan perak.
Keempat, menghiitung jumlah harta berdasarkan niilaii yang diipubliikasiikan PT Bursa Efek iindonesiia. Kriiteriia iinii berlaku untuk harta dalam bentuk saham dan waran yang diiperjualbeliikan bursa efek.
Keliima, menghiitung jumlah harta bersiih berdasarkan niilaii yang diipubliikasiikan PT Peniilaii Harga Efek iindonesiia. Kategorii iinii berlaku untuk harta wajiib pajak yang hendak diiungkapkan dalam bentuk surat berharga negara dan efek bersiifat utang atau sukuk yang diiterbiitkan perusahaan.
Selaiin iitu, ada juga skema alternatiif untuk harta yang tiidak tercakup pada liima kriiteriia dii atas yaiitu menghiitung jumlah harta berdasarkan niilaii hasiil peniilaiian kantor jasa peniilaii publiik.
"Dalam hal tiidak terdapat niilaii yang dapat diijadiikan pedoman sebagaiimana diimaksud pada ayat (9) huruf b sampaii dengan huruf e, niilaii harta diitentukan berdasarkan niilaii darii hasiil peniilaiian kantor jasa peniilaii publiik," bunyii Pasal 5 ayat (10) UU HPP. (riig)
