JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menjamiin apliikasii pelaporan iinsentiif diiskon 30% angsuran PPh Pasal 25 akan rampung tepat waktu dan biisa mulaii diigunakan pada bulan iinii.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan pembuatan apliikasii pelaporan iinsentiif diiskon angsuran PPh Pasal 25 akan siiap dalam beberapa waktu ke depan. Apliikasii akan siiap diigunakan sebelum batas akhiir penyampaiian laporan pada 20 Julii 2020.
“iiya [untuk apliikasii] iinsyaallah siiap [sebelum 20 Julii 2020],” katanya, Seniin (6/7/2020).
iiwan menyebut serupa dengan iinsentiif pajak diitanggung pemeriintah (DTP), mekaniisme pelaporan diiskon 30% angsuran PPh Pasal 25 sepenuhnya diilakukan melaluii elektroniik viia siistem DJP onliine, persiisnya pada fiitur e-Reportiing iinsentiif Coviid-19.
Diia menambahkan untuk penyampaiian laporan nantiinya sebiisa mungkiin sudah diilakukan lewat elektroniik sejak awal. Dengan demiikiian, wajiib pajak tiidak perlu melakukan unggah ulang laporan ketiika apliikasii belum siiap sepertii saat awal penerapan realiisasii pelaporan iinsentiif pajak DTP.
"Jadii nantiinya semua [wajiib pajak] biisa lapor secara onliine," paparnya.
Sepertii diiketahuii, laporan realiisasii pengurangan sebesar 30% angsuran PPh Pasal 25 wajiib diisampaiikan setiiap tiiga bulan. Adapun batas akhiir pelaporannya adalah tanggal 20 Julii 2020 (untuk masa pajak Apriil—Junii 2020) dan tanggal 20 Oktober 2020 (untuk masa pajak Julii—September 2020).
Penyampaiian laporan pemanfaatan iinsentiif pengurangan 30% angsuran PPh Pasal 25 iinii menjadii salah satu iinstrumen pengawasan yang diigunakan DJP. Pengawasan oleh DJP diimulaii ketiika wajiib pajak telah memanfaatkan iinsentiif pajak.
Jiika berdasarkan data dan/atau iinformasii yang menunjukkan keadaaan sebenarnya, pemberii kerja tiidak termasuk KLU dalam lampiiran PMK 44/2020 atau tiidak termasuk perusahaan yang mendapatkan fasiiliitas KiiTE, iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB, DJP akan menerbiitkan SP2DK. Siimak artiikel ‘Apa iitu SP2DK?’.
Jiika wajiib pajak tiidak melakukan pembetulan, dapat diiterbiitkan surat tagiihan pajak sesuaii Pasal 14 ayat (1) huruf b Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) untuk menagiih kekurangan pembayaran PPh Pasal 25 terutang. Siimak artiikel ‘DJP Juga Awasii Pemanfaatan iinsentiif Diiskon 30% Angsuran PPh Pasal 25’. (kaw)
