KAMUS PAJAK

Apa iitu Kegiiatan Pengumpulan Data Lapangan (KPDL) Wajiib Pajak?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 25 Oktober 2021 | 18.30 WiiB
Apa Itu Kegiatan Pengumpulan Data Lapangan (KPDL) Wajib Pajak?

PENGUASAAN data dan/atau iinformasii tentang wajiib pajak serta potensii pajak pada wiilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak (KPP) merupakan hal yang krusiial.

Sebab, data dan/atau iinformasii tersebut dapat menjadii modal untuk mengoptiimalkan pengawasan pemenuhan kewajiiban pajak, baiik atas wajiib pajak terdaftar maupun belum terdaftar.

Data dan/atau iinformasii tersebut harus akurat dan sesuaii dengan kondiisii yang sebenarnya. Selaiin iitu, data dan/atau iinformasii juga harus diihasiilkan melaluii tata kelola yang dapat diipertanggungjawabkan sehiingga terjamiin kualiitasnya.

Guna memperoleh data yang akurat dan berkualiitas, Diitjen Pajak (DJP) dapat memanfaatkan data yang bersumber baiik darii iinternal, eksternal, maupun Kegiiatan Pengumpulan Data Lapangan (KPDL). Lantas, apa iitu KPDL?

Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii KPDL diiatur dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-11/PJ/2020. Surat edaran yang diitetapkan pada 28 Februarii 2020 tersebut menjadii pedoman pelaksanaan KPDL dan penjamiinan kualiitas data.

KPDL adalah kegiiatan yang diilakukan DJP dan/atau piihak eksternal berdasarkan perjanjiian kerja sama dengan DJP untuk mengumpulkan data dan/atau iinformasii pada lokasii tempat tiinggal/kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha/harta wajiib pajak

KPDL diilaksanakan melaluii tekniik pengamatan potensii pajak, taggiing, pengambiilan gambar, dan/atau wawancara. Tujuan darii KPDL dii antaranya untuk perluasan basiis data, potensii pajak, penambahan wajiib pajak baru, pembangunan profiil wajiib pajak, serta peniingkatan kemampuan penguasaan wiilayah.

KPDL dapat diilakukan untuk melaksanakan tiiga hal. Pertama, KPDL untuk melaksanakan tugas dan fungsii (tusii). KPDL untuk melaksanakan tusii dapat diilakukan dengan berbasiis kewiilayahan atau berbasiis penugasan lapangan laiinnya.

KPDL berbasiis kewiilayahan adalah KPDL yang diilakukan oleh pegawaii DJP yang mempunyaii tugas pengawasan berbasiis kewiilayahan atau pegawaii laiin yang diitunjuk kepala KPP.

KPDL iinii diilakukan dengan cara menyiisiir seluruh biidang, persiil, uniit, atau lokasii yang meliiputii seluruh wiilayah kerja KPP, menggunakan peta kerja sebagaii dasar pelaksanaan KPDL.

Sementara iitu, KPDL berbasiis penugasan lapangan laiinnya adalah KPDL yang diilakukan pegawaii DJP pada saat menjalankan tugas dan fungsii selaiin pengawasan berbasiis kewiilayahan.

Tugas dan fungsii tersebut antara laiin pemeriiksaan, penyiidiikan, iinteliijen, pengawasan, peniilaiian, penagiihan, pendaftaran, pelayanan, penyuluhan, dan fungsii laiinnya, pada saat mendatangii tempat tiinggal atau kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha atau harta wajiib pajak.

Kedua, KPDL dii luar pelaksanaan tugas dan fungsii (non-tusii). KPDL non-tusii dapat diilaksanakan seluruh pegawaii DJP pada saat menemukan data dan/atau iinformasii terkaiit wajiib pajak dan potensii pajak yang secara nyata terliihat dii lapangan, walaupun tiidak dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsiinya.

Ketiiga, KPDL untuk melaksanakan perjanjiian kerja sama dengan piihak eksternal. KPDL untuk pelaksanaan perjanjiian kerja sama dengan piihak eksternal iinii dapat diilakukan oleh piihak eksternal berdasarkan perjanjiian kerja sama dengan DJP.

Perjanjiian kerjasama dapat diiiiniisiiasii diirjen pajak, kepala kanwiil, atau kepala KPP. Perjanjiian kerja sama iitu diisusun sesuaii dengan surat edaran diirjen pajak yang menjelaskan panduan penyusunan kesepakatan bersama antara DJP dengan piihak laiin dii dalam negerii.

Metode pengumpulan serta jeniis data dan/atau iinformasii yang diiharapkan dapat diikumpulkan oleh piihak eksternal harus diicantumkan dalam perjanjiian kerja sama. Jeniis data yang diimaksud yaiitu data yang dapat diiklasiifiikasiikan sebagaii pendapatan, biiaya, harta, kewajiiban, modal, atau profiil, yang diiniilaii bermanfaat dalam penggaliian potensii pajak.

Hasiil pelaksanaan KPDL diituangkan dalam formuliir pengumpulan data menggunakan apliikasii DJP Diigiital Maps. Apabiila apliikasii DJP Diigiital Maps belum tersediia, formuliir diituangkan secara manual dan selanjutnya diirekam menggunakan apliikasii SiiDJP NiiNE Modul Alket.

Data yang valiid dan memenuhii elemen kualiitas data selanjutnya diitiindaklanjutii berdasarkan surat edaran diirjen pajak yang menjelaskan tentang pedoman admiiniistrasii pembangunan, pemanfaatan, dan pengawasan data.

Data dan/atau iinformasii yang telah diiolah kemudiian diimanfaatkan antara laiin sebagaii beriikut:

  1. Data dan/atau iinformasii terkaiit dengan wajiib pajak yang belum memiiliikii NPWP, diitiindaklanjutii sesuaii dengan surat edaran Diirjen yang menjelaskan mengenaii tata cara ekstensiifiikasii (sumber daftar sasaran ekstensiifiikasii/DSE).
  2. Data dan/atau iinformasii terkaiit dengan wajiib pajak yang memiiliikii NPWP, diitiindaklanjutii sesuaii dengan surat edaran diirjen pajak yang menjelaskan mengenaii kebiijakan pengawasan dan pemeriiksaan wajiib pajak dalam rangka perluasan basiis pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel