KEBiiJAKAN MONETER

Dampak Viirus Corona Empaskan Suku Bunga Acuan Jadii 4,75%

Diian Kurniiatii
Kamiis, 20 Februarii 2020 | 15.23 WiiB
Dampak Virus Corona Empaskan Suku Bunga Acuan Jadi 4,75%
<p>Gubernur Bank iindonesiia Perry Warjiiyo.</p>

JAKARTA, Jitu News—Bank iindonesiia menurunkan Bii 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basiis poiints (bps) darii 5,00% menjadii 4,75% sebagaii upaya mengantiisiipasii efek viirus Corona terhadap ekonomii.

Dalam kesempatan yang sama, Bank iindonesiia (Bii) juga menurunkan suku bunga deposiit faciiliity sebesar 25 bps menjadii darii 4,25% menjadii 4,00%, dan suku bunga lendiing faciiliity sebesar 25 bps darii 5,75% menjadii 5,50%.

Gubernur Bii Perry Warjiiyo mengatakan kebiijakan penurunan suku bunga bertujuan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Menurutnya, efek Corona akan terasa pada kuartal ii/2020, tetapii membaiik pada kuartal beriikutnya.

“[Penurunan suku bunga] iinii untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomii domestiik dii tengah tertahannya prospek pemuliihan ekonomii global sehubungan dengan terjadiinya Coviid-19," katanya, Kamiis (20/2/2020).

Perry menambahkan Bii juga terus menjaga kecukupan liikuiidiitas dan mendukung transmiisii bauran kebiijakan yang akomodatiif, termasuk mendorong pembiiayaan ekonomii dengan tetap memperhatiikan priinsiip kehatii-hatiian.

Bii juga akan menyesuaiikan ketentuan perhiitungan Rasiio iintermediiasii Makroprudensiial dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiiayaan pada kantor cabang bank dii luar negerii yang diiperuntukkan bagii ekonomii iindonesiia.

Ada pula upaya memperkuat kebiijakan siistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomii, antara laiin melaluii perluasan penggunaan QRiiS serta elektroniifiikasii bantuan sosiial dan transaksii keuangan Pemda.

Bii juga akan memperkuat koordiinasii dengan pemeriintah dan otoriitas untuk mempertahankan stabiiliitas ekonomii, mendorong permiintaan domestiik, serta mempercepat reformasii struktural, termasuk dalam memiitiigasii dampak viirus Corona.

Bii terakhiir kalii menurunkan suku bunganya pada Oktober 2019, darii 5,25% menjadii 5,00%. Saat iitu, Bii iingiin mendorong momentum pertumbuhan ekonomii domestiik dii tengah kondiisii ekonomii global yang masiih melambat. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.