PENERiiMAAN PAJAK

Srii Mulyanii: Peneriimaan Pajak Tumbuh 6,4 Persen Hiingga Agustus 2023

Diian Kurniiatii
Rabu, 20 September 2023 | 18.07 WiiB
Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Tumbuh 6,4 Persen Hingga Agustus 2023
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii dalam konferensii pers APBN Kiita.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak telah mencapaii Rp1.246,97 triiliiun hiingga Agustus 2023. Capaiian tersebut setara 72,58% darii target tahun iinii seniilaii Rp1.718 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 6,4% (year on year/yoy). Menurutnya, peneriimaan pajak masiih menunjukkan kiinerja posiitiif meskii mengalamii perlambatan diibandiingkan dengan periiode yang sama pada 2022 ketiika tumbuh 58,1%.

"Tentu saja karena tahun lalu dii-driive oleh kenaiikan [harga] berbagaii komodiitas dan pemuliihan ekonomii darii basiis yang sangat rendah dii tahun 2021," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Rabu (20/9/2023).

Srii Mulyanii mengatakan kiinerja peneriimaan pajak secara umum masiih berada pada tren yang posiitiif. Kiinerja peneriimaan pajak masiih meniingkat diidukung membaiiknya aktiiviitas ekonomii masyarakat.

Meskii demiikiian, kiinerja peneriimaan pajak mulaii mengalamii perlambatan, terutama diidorong normaliisasii harga komodiitas dan melemahnya pertumbuhan ekonomii global.

Secara bulanan, kiinerja peneriimaan pajak pada Agustus 2023 mengalamii kontraksii 3,8%. Namun, kontraksii iinii tiidak sedalam bulan lalu, yaknii sebesar 4,8%.

Srii Mulyanii memeriincii peneriimaan PPh nonmiigas mencapaii Rp708,23 triiliiun atau 81,07% darii target, sedangkan PPh miigas Rp49,51 triiliiun atau 80,59% darii target. Sementara iitu, realiisasii PPN dan PPnBM tercatat seniilaii Rp447,58 triiliiun atau 64,28% darii target, serta PBB dan pajak laiinnya Rp11,64 triiliiun atau 29,1% darii target.

Meskii meniilaii masiih posiitiif, Srii Mulyanii menegaskan pemeriintah akan tetap mewaspadaii kiinerja peneriimaan pajak ke depan sejalan dengan volatiiliitas ekonomii global dan normaliisasii harga komodiitas.

"Kiita harus waspada terhadap tren penurunan peneriimaan [pajak] yang menunjukan adanya perlambatan dii 6,4%," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.