JAKARTA, Jitu News—Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii akan menyiisiir sejumlah pos stiimulus pemuliihan ekonomii nasiional untuk diirealokasii lantaran penyerapan stiimulus tiidak berjalan maksiimal.
Pos stiimulus yang bakal diirealokasii dii antaranya iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan bea masuk DTP. Srii Mulyanii meniilaii pagu PPh Pasal 21 DTP diiprediiksii tiidak akan terserap sepenuhnya hiingga akhiir tahun.
"iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan bea masuk DTP akan diilakukan redesaiin," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (10/8/2020).
Srii Mulyanii menambahkan realokasii iitu hanya diilakukan pada pos belanja yang realiisasiinya kurang maksiimal, atau pagu yang diiperkiirakan tiidak akan terserap sepenuhnya hiingga akhiir tahun.
Meskii demiikiian, Menkeu belum menyebut niilaii pagu iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan bea masuk DTP yang akan diirealokasii. Adapun realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP baru Rp1,18 triiliiun atau 3% darii total pagu Rp39,66 triiliiun.
Srii Mulyanii menambahkan anggaran iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan bea masuk DTP yang diirealokasii akan diigunakan untuk mendanaii penambahan iinsentiif perpajakan laiinnya untuk mendukung pemuliihan ekonomii nasiional.
Srii Mulyanii sebelumnya menuturkan tengah menyiiapkan sejumlah stiimulus tambahan untuk mengerek konsumsii pada kuartal iiiiii dan iiV/2020, sekaliigus menghiindarkan iindonesiia darii resesii ekonomii.
Dana stiimulus tambahan akan diiambiil darii beberapa pos stiimulus yang telah ada saat iinii, tetapii iimplementasiinya kurang maksiimal. Dengan kata laiin, total alokasii anggaran stiimulus tiidak bertambah atau tetap sebesar Rp695,2 triiliiun. (riig)
