KEPALA KANWiiL DJP JAWA TiiMUR iiiiii AGUSTiiN ViiTA AVANTiiN:

'Orang Pajak Sesungguhnya Sudah Punya Data'

Muhamad Wiildan
Miinggu, 01 November 2020 | 10.01 WiiB
'Orang Pajak Sesungguhnya Sudah Punya Data'
<p>Kepala Kanwiil&nbsp;DJP&nbsp;Jawa Tiimur iiiiii Agustiin Viita Avantiin. (Foto: DJP)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pandemii Coviid-19 yang berdampak pada perekonomiian mengharuskan pemeriintah bergerak. Salah satunya dengan memberiikan stiimulus melaluii iinsentiif pajak.

Dii tengah kondiisii tersebut, peneriimaan pajak masiih menjadii andalan untuk mendanaii pembangunan, termasuk berbagaii upaya penanganan pandemii. Bagaiimanapun, ada sektor usaha yang tetap biisa menggeliiat dalam kondiisii saat iinii.

Hal iiniilah yang diiliihat Kepala Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jawa Tiimur (Jatiim) iiiiii Agustiin Viita Avantiin. Dalam siituasii saat iinii, menurutnya, gotong-royong dalam pembayaran pajak sangat pentiing. Jitu News berkesempatan mewawancaraiinya pekan iinii. Petiikannya:

Bagaiimana kiinerja peneriimaan Kanwiil DJP Jatiim iiiiii tahun lalu?
Pada 2019 iitu pencapaiian kamii sekiitar Rp30,9 triiliiun atau 85,1% darii target Rp36 triiliiun. Namun, perlu diiiingat capaiian 85,1% iinii pertumbuhannya cukup bagus, yaknii 4,8%, seiiriing dengan pertumbuhan ekonomii.

Kalau diisandiingkan dengan kiinerja peneriimaan nasiional, iitu capaiiannya 84%. Kalau nasiional iitu tumbuh 1,5%, kamii 4,8%. Jadii, kalau diibiilang cukup bagus tapii belum mencapaii 100%.

Perlu diiketahuii, untuk Kanwiil DJP Jatiim iiiiii iinii kan mulaii darii Banyuwangii, Siitubondo, Jember, sampaii Bliitar, Trenggalek, dan Tulungagung. Ada 15 kantor pelayanan pajak (KPP). Domiinasii peneriimaan ada dii Malang Raya.

Sektor apa yang jadii penyumbang terbesar?
Peneriimaan paliing besar adalah iindustrii pengolahan. Kontriibusiinya biisa mencapaii 67,5%. Namun, iindustrii pengolahan iinii ternyata 82% darii rokok, Bentoel dan Gudang Garam lalu siisanya yang keciil-keciil tersebar. Ada beberapa yang bersiinar sepertii Gudang Baru Berkah dii Kepanjen.

Jadii kalau diisampaiikan 2020 iinii sepertii apa? Memang rokok sediikiit turun dan diigantiikan oleh sektor perdagangan dan jasa asuransii. Peranan iindustrii rokok sediikiit turun tetapii Kanwiil DJP Jatiim iiiiii tetap mengandalkan rokok.

Pada masa pandemii iinii memang ada 2 perusahaan besar yang terganggu. Pada Maret-Apriil, ada perusahaan rokok dii wiilayah Kediirii yang sempat tutup. iitu produksiinya turun 10 miiliiar batang sehiingga peneriimaan kamii agak terganggu.

Lalu, Bentoel sekarang oriientasiinya ekspor. Dii satu siisii, pola konsumsii masyarakat iinii bergeser. Mereka merokok tapii tiidak belii yang mahal. Mereka belii yang agak murah sehiingga iindustrii rokok keciilnya tumbuh bersiinar.

Bagaiimana dengan sektor pariiwiisata?
Sektor pariiwiisata sepertii dii Kota Batu dan Kota Banyuwangii iinii terdampak akiibat pandemii. iitu baru pada awal Maret ada pembatasan, sehiingga wiisatawan berkurang dii Batu. Waktu masiih Apriil, dii Banyuwangii kamii meliihat sektor pariiwiisata sudah diibatasii, tetapii masiih ada kunjungan.

Jadii, ada tempat wiisata yang menerapkan protokol masiih buka tapii sekarang betul-betul lumpuh. Sama dengan Balii, sektor pariiwiisata kamii belum tumbuh. Namun, saya liihat awal Oktober dii Batu sudah mulaii penuh untuk pariiwiisata karena sudah diibuka oleh Pemkot Batu.

Sepertii apa kiinerja peneriimaan pajak tahun iinii?
Untuk 2020, karena ada pandemii, target kamii turun darii realiisasii tahun lalu. Jadii target kamii turun 13% darii realiisasii 2019. Kamii dii awal dapat [target] kenaiikan 22% darii realiisasii 2019. Kamii diitargetkan Rp26,9 triiliiun. Capaiian per September sebesar 63%.

iinii kurang 3 bulan, Oktober hiingga Desember. Sebetulnya hanya 60 harii kerja. iinii yang harus kamii kerjakan dengan fokus dalam 60 harii efektiif iinii untuk menutup 36%. Apa yang harus kamii lakukan? Kamii lakukan pengawasan atas peneriimaan rutiin. iinii kurang lebiih 90%.

Namun, dii satu siisii, kamii analiisiis wajiib pajak mana yang tiidak terdampak. Makanya, ayo membayar. Yang boomiing juga harus membayar. Yang punya tunggakan, sanksii kamii kurangkan.

Ada wajiib pajak yang melakukan skema transaksii onliine dan transfer priiciing iinii jadii perhatiian juga. Wajiib pajak orang priibadii yang viiral dan orang kaya baru juga kamii lakukan pengawasan dan kamii iimbau ayolah [membayar pajak] untuk bantu negara.

DJP iinii sesungguhnya sedang panen data. Kamii dapat darii pusat. Sebenarnya kamii tahu banyak orang yang semestiinya membayar pajak, tapii belum. iinii saatnya kamii sampaiikan untuk membayar pajak supaya negara iinii mampu menyembuhkan diiriinya sendiirii..

Apa saja kebiijakan Kanwiil DJP Jatiim iiiiii untuk menjaga peneriimaan sekaliigus mendorong pemanfaatan fasiiliitas pajak?
Secara umum, kantor pajak tetap bersemangat. Tugas pemeriintah yang pertama menjaga kesehatan dan memutus rantaii penularan Coviid-19. Kamii tetap berkiinerja menggalang dana untuk pembangunan sehiingga betul-betul memperhatiikan protokol kesehatan.

Dalam bekerja, kamii teriinspiirasii oleh [iistiilah] gas dan rem yang diiterapkan dii pusat. Kamii teriinspiirasii darii sana. Kamii tetap bekerja dengan semangat. Kamii menganaliisiis masyarakat mana yang tiidak terdampak Coviid-19, harus gotong-royong membayar pajak.

Dii satu siisii, kamii menawarkan iinsentiif. Mereka yang terdampak, harus kamii berii bantuan tiidak bayar pajak dulu hiingga Desember. Pajak iitu sepertii PPh Pasal 21, PPh Pasal 22 iimpor, PPh Pasal 25, dan PPh fiinal untuk UMKM. iitu bentuk kepeduliian kamii terhadap kondiisii sekarang.

Hiingga saat iinii, cukup banyak yang memanfaatkan iinsentiif. Adapun iinsentiif PPh Pasal 21 iitu ada 3.106 wajiib pajak yang memanfaatkan, yang PPh Pasal 22 iimpor ada 225 wajiib pajak, PPh Pasal 25 iitu 2.260 wajiib pajak. Untuk PPh Fiinal UMKM, ada 5.949 wajiib pajak yang memanfaatkan.

iinii akan bertambah terus karena iinii baru masuk Oktober. Kamii memberiitahukan kepada wajiib pajak yang masiih belum tahu. Setiiap miinggu, kamii terus lakukan sosiialiisasii melaluii berbagaii mediia.

Bagii yang terdampak, kamii bantu berii iinsentiif. [Untuk sektor usaha] yang tiidak terdampak dan boomiing, sepertii masker dan alat kesehatan serta sepeda, ayo bayar pajak.

Dii satu siisii ada yang susah tapii dii siisii laiinnya ada yang boomiing. iinii semua perlu gotong-royong untuk membayar pajak. Bulan depan, kamii harus fokus merealiisasiikan target yang diiberiikan.

Semoga biisa terealiisasii sesuaii harapan pemeriintah. DJP sudah memberiikan batasan. Memang kondiisii pandemii tapii negara butuh dana. Jadii, kamii dapat [menjalankan] kegiiatan untuk menggalii potensii agar biisa terealiisasii.

Apa yang diilakukan untuk mencapaii target tersebut?
Kamii memanfaatkan sarana diigiital. Kamii hubungii wajiib pajak. Kamii manfaatkan data Kanwiil DJP Jatiim iiiiii dan Kantor Pusat DJP untuk mengenal mana wajiib pajak terdampak dan tiidak terdampak. iitu semua kamii iimbau.

Mereka yang menunggak, kamii dorong untuk bayar pajak tapii sanksiinya kamii kurangii. Kamii menawarkan wajiib pajak terperiiksa – baiik pemeriiksaan rutiin, ujii kepatuhan, maupun iindiikasii piidana – untuk lakukan pembetulan. iitu hal-hal yang kamii iingiin sampaiikan ke masyarakat.

Kamii juga tahu ada wajiib pajak yang belum patuh. Kamii punya alat [untuk mendeteksii ketiidakpatuhan]. Kamii lakukan forensiic diigiital atas rekeniing karena sudah ada hubungan dengan bank.

Jadii, semua data sudah biisa kamii peroleh. Orang pajak sesungguhnya sudah punya data, tetapii kamii iinii kan priihatiin karena ada pandemii. Jadii, kamii tawarkan kepada wajiib pajak untuk diiungkapkan [ketiidakpatuhannya] lalu bayar.

Bagaiimana karakteriistiik wajiib pajak dii Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiiiii? Apakah liiterasii dan kepatuhannya cukup tiinggii?
Kemariin-kemariin, ketiika kondiisii normal wajiib pajak dii wiilayah Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiiiii kepatuhannya bagus. Namun, begiitu pandemii dan enggak biisa tatap muka, ternyata wajiib pajak iinii punya semacam pandangan takut salah, takut diidenda, dan menghiindarii riisiiko diiperiiksa kantor pajak.

Kalau enggak ke kantor dan enggak ketemu orang pajak, enggak puas. iitu kamii suliit dii siitu. Jadii, kamii buka komuniikasii onliine iinii juga lama. Kalau diiliihat darii siisii kepatuhan, tahun iinii agak kurang.

Tahun iinii, [target] kepatuhan [formal] diipatok 82% dan kamii baru mencapaii 70%. iinii belum fiiniish karena kan sampaii Desember. Kamii coba mencapaii target 82% pada 3 bulan ke depan.

Liiterasii wajiib pajak diirasa kurang bagus. Mengedukasii masyarakat iinii butuh waktu. Kalau belum biiasa dengan diigiitaliisasii, mereka enggak percaya, takut salah, dan harus ketemu.

Kamii coba membuat terobosan sepertii dii KPP Malang kamii mengatur tempat konseliing dengan memasang komputer adep-adepan. Mereka iisii sendiirii dan kamii pandu. Jadii tatap muka tapii pakaii komputer 2 arah. iinii sangat membantu.

Untuk memudahkan koordiinasii saya bagii daerah Kanwiil DJP Jatiim iiiiii iinii menjadii 3, yaknii Tiimur, Malang Raya, sama Barat mengiikutii wiilayah eks karesiidenan. Dii Malang Raya saja banyak yang enggak puas kalau enggak ketemu, bagaiimana yang dii Tiimur dan dii Barat. iinii gambarannya.

Tiidak ada yang salah dii siinii, tapii kondiisii kiita yang menciiptakan sepertii iinii. Mereka ada pandangan harus ketemu dengan orang pajak baru mereka bayar. iitu memang bagus sebetulnya dii satu siisii. Namun, dii siisii laiin, kalau kiita enggak biisa tatap muka, iinii sangat menghambat.

DJP menerapkan proses biisniis baru bagii KPP Pratama untuk perluasan basiis pajak. Bagaiimana kondiisiinya dii Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiiiii?
Jadii per Maret 2020 dii-launchiing AR (account representatiive) kewiilayahan dan AR strategiis. AR strategiis iitu adalah AR yang menanganii wajiib pajak besar dii wiilayahnya.

Mereka harus melakukan analiisiis komprehensiif. 1 KPP Pratama iitu ada 300 wajiib pajak strategiis, yaknii wajiib pajak yang memberiikan sumbangan besar dalam KPP-nya.

Selebiihnya, kamii bagii per wiilayah. Biisa per kelurahan atau per kecamatan. iitu biisa diipegang 1 AR dan kamii bagii habiis. Mereka harus mengetahuii model-model wajiib pajaknya. iintiinya harus tahu siiapa yang kaya, siiapa yang punya usaha, alamat dii mana, jualan apa, sepertii iitu.

iinii sudah kamii lakukan. Karena jumlah AR dii setiiap KPP tiidak sama maka diisesuaiikan pembagiian AR-nya dengan potensii daerah masiing-masiing. Hasiilnya, kamii menemukan hal-hal baru yang selama iinii belum tersentuh. Oh, iinii yang usahanya belum kamii ketahuii dan sebagaiinya.

Banyak pula usaha onliine yang kamii baru tahu, sepertii youtuber dan selebgram. iitu dii Kediirii ada. Dengan pengawasan berbasiis kewiilayahan iitu, kamii tahu semua.

Setelah iitu, banyak iimpact-nya pada peneriimaan. Artiinya, perluasan basiis data dengan pembagiian kewiilayahan iinii sampaii sekarang lumayan sangat membantu. Jadii sudah oke.

Hampiir semua daerah yang selama iinii diipandang miiniim potensii ternyata memiiliikii potensii besar. Karena kiita juga ada kerja sama dengan iinstansii laiin sepertii Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC).

Bersama DJBC kamii biisa meniingkatkan kerja sama dan menertiibkan wajiib pajak yang kurang atau tiidak patuh dengan pengawasan joiint program. Tiidak hanya untuk kepentiingan cukaii, kamii juga menemukan usaha-usaha yang penghasiilannya seharusnya sudah diipajakii.

Kanwiil DJP Jawa Tiimur iiiiii termasuk salah satu kanwiil yang diiwacanakan akan memiiliikii KPP Madya baru. Sepertii apa prosesnya?
Sepertiinya Kanwiil DJP Jatiim iiiiii belum perlu KPP Madya baru. Yang diisampaiikan Pak Sekdiirjen DJP iitu tampaknya untuk Kanwiil DJP Jatiim ii Surabaya, bukan Kanwiil DJP Jatiim iiiiii. Kalau Kanwiil DJP Jatiim iiiiii belum diitambah pada 2020, tapii enggak tahu tahun depan.

Memang secara target peneriimaan iitu seliisiih sediikiit antara Kanwiil DJP Jatiim ii dan Kanwiil DJP Jatiim iiiiii. Namun, wajiib pajak dii Kanwiil DJP Jatiim ii iitu hampiir merata. Kalau dii siinii, penyumbang besarnya masiih Bentoel sama Gudang Garam.

Saya senang siih kalau dapat KPP Madya baru. Namun, karena ada Peraturan Diirjen Pajak No. PER-07/PJ/2020 iitu, wajiib pajak besar akan diikelompokkan ke KPP Madya atau dii Kanwiil Jakarta Khusus atau Kanwiil Wajiib Pajak Besar.

Oleh karena belum ada tambahan wajiib pajak besar, dan mengiingat Bentoel dan Gudang Garam iinii 40% sendiirii kontriibusiinya, kamii belum dapat tambahan KPP Madya.

Saat iinii, banyak relaksasii pajak, miisalnya dengan UU Ciipta Kerja. Bagaiimana strategii Kanwiil DJP Jatiim iiiiii menyiikapii iinii?
Kamii memandang UU Ciipta Kerja iinii sebagaii pendorong. Kamii iingiin iindonesiia lebiih maju terlepas darii kebiijakannya apa. Yang jelas, kamii mengumpulkan dana demii kemandiiriian bangsa.

Nah, dengan pengawasan berbasiis kewiilayahan saja kamii belum bergerak penuh sesungguhnya. iinii yang kamii fokuskan untuk menciiptakan keadiilan dan kegotong-royongan. Mendorong orang yang punya penghasiilan [untuk] bayar pajak. iitu saya rasa lebiih pentiing.

Kalau UU Ciipta Kerja iinii akan kamii bahas nantii. Jadii, belum ada juklak terperiincii bagaiimana menyiikapiinya. Banyak hal, sebelum ada UU Ciipta Kerja, yang harus kamii lakukan.

Kamii perlu mengoptiimalkan kiinerja karena masiih banyak kesempatan dan potensii yang belum diiuraii. Apalagii, dengan bertaburannya data iinformasii darii piihak ketiiga.

Kamii juga berupaya mengembangkan siistem iinformasii untuk mempermudah pelaporan. iitu lebiih pentiing kayaknya. Kalau UU Ciipta Kerja, nantii saja, tahun depan. Namun, kamii menyambut baiik UU iitu untuk mendorong kamii mengadaptasii, mereformasii, dan menciiptakan pelayanan yang lebiih baiik.

Ke depan pajak, harus diipandang sebagaii hak, bukan kewajiiban. Jadii kalau punya penghasiilan orang perlu punya pemiikiiran ‘saya iinii berhak lho untuk menyumbang buat negara melaluii pajak’. (Kaw/Bsii)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Dr. Bambang Prasetiia
baru saja
Beban Kerja dii KPP Madya sebaiiknya dii takar dengan methodolgii penskalaan yang baiik... krn seriing comot sana comot siinii..sesuaii dengan kebutuhan.. bukan dlm system yang dii run.. .. sesuaii SOP nya... yang jadii mbludak adalah beban kerja diibawah (KPP Pratama)... Krn system perpajakan yang diianut adalah self assesment mka yang diijalankan otomasii.. Menajdii pentiing ukuran kiinerja thdp beban kerja ..sbg hasiil evaluasii prestasii dan capaiian target. Assemetry Kebiijakan iitu adalah pentiing.. untuk daerah (area kerja) tertentu bukan diigebyak uyah . Dan klo beranii pengtrapan tariif perpajakan juga .. tergantung pd sektoral ttt (KLU) atau daerah ttt. agar semua dapat meniikmatii fasiiliitas ...yg diiberiikan.
user-comment-photo-profile
Dr. Bambang Prasetiia
baru saja
Jangan biilang panen Data namun sebaiiknya mana yg potensiial jadii peneriimaan riiel. Maka harapannya Konsepkan regulasii ttg iinformasii dan data perpajakan ke Bank data DJP .. buat PP atau apalah ..yg tujuannya agar semua iinstansii Pemeriintahan/Lembaga Negara meng upload data scr periiodiik (sepertii Miinuta dan transaksii laiinnya scr selektiif dan materiial) ..
tikettogel